"Jadi sudah beredar informasinya di internal, sudah beredar luas bahwa ada seorang pejabat setingkat menteri, yang tidak hanya menjual nama Presiden, tapi sudah mengundang Ketua DPD I dan DPD II untuk pertemuan di kompleks di Kuningan (kompleks menteri di Jaksel-red) sana untuk memenangkan calon tertentu," kata anggota Tim Pemenangan Akom, Firman Subagyo, kepada wartawan, Senin (9/5/2016).
Firman tak mau mengungkap identitas menteri tersebut, atau pun calon yang didukung. Namun dia mengatakan isu soal manuver menteri itu sudah beredar luas di kalangan internal Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini meminta Presiden mengklarifikasi isu ini. Firman mengaku sudah mengklarifikasi soal isi ini ke Wapres, dan dinyatakan tak ada perintah untuk mendukung caketum tertentu. Oleh karenanya, harus ada pernyataan bahwa Presiden netral, tak memihak calon tertentu.
"Pak Jokowi tak boleh tinggal diam, harus klarifikasi. Ini implikasinya bisa jadi politik harakiri bagi Jokowi. Karena, pertama, ini akan merusak sistem demokrasi di Partai Golkar. Kedua, ini menunjukkan ada intervensi kekuasaan," ulas Firman.
(tor/nrl)











































