PKB Minta SBY Buka Muktamar
Jumat, 18 Mar 2005 17:04 WIB
Jakarta - Menolak kebijakan menaikkan harga BBM, bagi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) bukan berarti harus menolak keberadaan Presiden SBY. Karena itulah, PKB menginginkan Presiden SBY membuka muktamar II PKB pada 16-18 April mendatang. Keinginan agar Presiden SBY membuka muktamar PKB ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB yang menjadi Ketua Steering Committe Muktamar Arifin Junaidi dan Wakil Ketua Umum DPP PKB Mahfud MD dalam jumpa pers di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/3/2005). "Kemungkinan muktamar akan dibuka oleh Presiden SBY. Namun, undangan ditugaskan pada Sekjen Muhaimin Iskandar untuk menyampaikannya kepada SBY. Kita mengundang SBY sebagai presiden, kepala negara. Jangan ditafsirkan macam-macam," kata Arifin.Sementara itu, Mahfud MD juga menyatakan hal yang senada. "Dalam kebijakan politik, PKB tetap keras. Misalnya menolak kenaikan harga BBM. Tapi, sebagai pemimpin negara, Presiden harus tetap dihormati. Ini kegiatan protokoler," kata dia beralasan. Tradisi presiden membuka kongres atau muktamar partai sudah terjadi sejak zaman Orde Baru. Namun, di alam reformasi, sejumlah partai politik mencoba untuk menghilangkannya. Munas Golkar di Bali pada Desember 2004 lalu hanya dibuka Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung. Rencananya, Kongres PDIP di Bali akhir Maret ini juga akan dibuka oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati. Kongres II PAN yang akan digelar di Semarang 16-18 April 2005, rencananya juga akan dibuka oleh Ketua Umum DPP PAN Amien Rais.
(asy/)











































