Kadisdik: 107 SMP di Jakarta Terapkan UN Berbasis Komputer

Kadisdik: 107 SMP di Jakarta Terapkan UN Berbasis Komputer

Ferdinan - detikNews
Senin, 09 Mei 2016 05:18 WIB
Kadisdik: 107 SMP di Jakarta Terapkan UN Berbasis Komputer
Ilustrasi/dok/detikcom (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Sopan Adrianto mengatakan sebanyak 107 Sekolah Menengah Pertama (SMP) menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jumlah sekolah yang menerapkan UNBK ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2015.

"Ada kenaikan 13 persen sekolah negeri yang sudah memanfaatkan UN Berbasis Komputer. Jumlah SMP Negeri ada 289 sekolah, yang dulu hanya 1 sekolah (UNBK) sekarang sudah 38 sekolah.  Sedangkan kalau untuk swastanya itu ada kenaikannya 80 persen. Sekarang menjadi 69 sekolah dari 8 sekolah sebelumnya," ujar Sopan saat dihubungi detikcom, Minggu (8/5/2016).

Sopan memastikan kesiapan pelaksanaan UN tingkat SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dimulai hari ini. Seluruh soal sudah didistribusikan ke sub rayon dan akan dikirim ke masing-masing sekolah pagi ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah seluruhnya siap, kekurangan-kekurangan hari ini bisa terselesaikan. Seluruh naskah sudah di sub rayon-sub rayon. Jadi besok pagi  (hari ini) jam 05.30 WIB sudah mulai dibagikan ke sekolah-sekolah," sambungnya.

Dia yakin pengerjaan soal UNBK tidak akan menemui kendala koneksi. Sebab tim ahli IT Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menurut Sopan ditempatkan di setiap sekolah yang menggelar UNBK.

"Kita selalu dikawal dengan tim kementerian. Jadi ahli IT-nya memang stand by terus. Tetapi misalnya paginya gagal mengikuti UNBK, siswa bisa mengikuti yang siangnya. Karena  keterbatasan penyediaan komputer itu menyebabkan sekolah bisa melakukan ujian itu secara tiga shift. Satu komputer dipakai 3 siswa yang terbagi dalam 3 sesi," imbuhnya.

Meski terbagi dalam 3 sesi, Sopan menjamin soal UNBK bervariasi karena itu diyakini tidak akan ada kebocoran soal ujian.

"Jangan khawatir karena tidak mungkin bocor, tidak mungkin peserta mendapatkan soal yang sama karena berbasis komputer memang banyak varian-varian soal yang memang disediakan di modem apa itu istilahnya di server,"  imbuhnya. (fdn/fdn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads