"Wah, saya baru pertama merasakan Megono. Dan ternyata, keren," Kata Zulkifli, yang disambut gelak tawa para penarik becak.
Di hadapan para penarik becak ini, Zulkifli memberikan motivasi. "Saya anak petani desa. Petani itu, berangkat pagi gelap, pulang juga gelap. Badanya gelap juga, repotnya rejekinya juga gelap," kata Zulkifli disambut ketawa penarik becak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zulkifli Hasan naik becak (foto: Robby/detikcom) |
Curhatan Harmoyo ini diberi tepuk tangan para penarik becak lainnya, yang mengiyakan sulitnya anak-anak mereka sekolah. "Kalau bener-bener anaknya sekolah gak bisa, nanti kita carikan jalan keluarnya, banyak beasiswa," kata Zulkifli.
Zulkifli menilai pekerjaan penarik becak sangat mulia. Selain bekerja mencari nafkah untuk keluarga, juga berjasa bagi orang lain.
"Ya tapi, kalau dapat Rp 20 ribu, jangan untuk membeli rokok dan main kartu," kata Zulkifli disambut ketawa penarik becak lainnya.
Menurutnya, bila sehari dapat Rp 20 Ribu, sebagian untuk dapur rumah, sebagian untuk keperluan sekolah, seperti membeli buku. "Kalau Rp 10 Ribu untuk beli rokok, dan Rp 10 ribu main kartu, itu namanya muspro," Jelasnya.
Zulkifli berharap, pendidikan anak-anak, minimal SMA. Syukur-syukur bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi, dengan jalan beasiswa.
"Kita harus merubah nasib diri kita sendiri. Tidak sedikit, tukang Insinyur, dokter, dilahirkan dari para penarik becak," Jelasnya.
Terkait sulitnya bersekolah, Yayuk Basuki, Komisi X, menambahkan, bahwa di komisinya. "Ada dana untuk itu, Namun di sini, penyaluranya nanti melalui Pak Andriyanto (anggota DPR)," tambah Yayuk Basuki, mantan Petanis Lapangan, yang mengikuti kunjungan kerja Zulkifli Hasan.
Usai menemui ratusan penarik becak ini, Zulkifli bersama rombongan meneruskan ke acara, konsolidasi dan temui kader PAN di Hotel Dafam Pekalongan. (mad/mad)











































Zulkifli Hasan naik becak (foto: Robby/detikcom)