TNI AL Uber GAM Penyandera Nakhoda Humpuss di Malaka
Jumat, 18 Mar 2005 16:50 WIB
Pekanbaru - Hingga kini GAM masih menyandera nakhoda kapal Tri Samudra untuk meminta tebusan Rp 2 miliar kepada PT Humpuss. Karena itu, pihak TNI AL di wilayah Lantaman I Belawan dikerahkan untuk mencari keberadaan perampok laut anggota GAM itu.Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Dumai, Letkol Nora Lelyana mengungkapan hal itu kepada detikcom per telepon yang tengah di perjalanan dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara. Menuru Nora, sejak kapal Tri Samudra pengangkut methanol dibajak GAM pada Senin (14/3/2005), hingga kini nahkoda kapal Wade Marjuned (40) dan Kepala Kamar Mesin Andi Sulaiman (32) masih disandera di kapal milik GAM."Tapi dari pembicaraan antara GAM dengan pihak PT Humpuss, kedua sandera itu dalam keadaan sehat. Malah sudah akan kesepakatan pihak perusahaan akan mengabulkan tuntutan GAM untuk membayar uang tebusan Rp 2 miliar," kata Nora.Dengan adanya GAM di perairan Selat Malak ini, menurut Nora, seluruh Lanal yang ada di Riau, baik di bawah Lantamal I dan Lantamal VII, memiliki tugas yang sama untuk mencari tahu keberadaan kapal GAM tersebut."Sejauh ini kita belum mengetahui keberadaan kapal GAM tersebut. Tapi kita sudah diperintahkan untuk terus meningkatkan patroli di kawasan Selat Malaka," kata Nora.Dia menjelaskan, kapal Tri Samudra yang menjadi korban pembajakan pihak GAM itu, sampai kini masih diamankan di Sungai Pakning, Kabupaten Bengkalis. "Ke 12 ABK kapal tersebut dalam keadaan sehat. Kapal Tri Samudra sepenuhnya masih diawasi pihak Lanal Dumai," katanya.Menyinggu adanya kabar tentara Jepang memasuki wilayah perairan Indonesia terkait dengan kapal Jepang yang juga dibajak di perairan Selat Malaka yang belum diketahui siapa pelakunya itu, menurut Nora, pihaknya belum mendapat kabar itu."Saya belum dapat kabar kalau tentara angkatan laut Jepang akan memasuki perairan Indonesia,"kata Nora. Namun demikian, kata Nora, mungkin saja tentata Jepang itu akan membantu dalam pencarian kapal mereka yang dibajak di kawasan Selat Malaka.
(nrl/)











































