"Beliau punya pintu strategis yaitu pintu penugasan. Itu wewenang ketum dengan hak prerogatif yang mereka miliki. (Peluang) Risma sangat terbuka, itu hak prerogatif Ketum Megawati digunakan dalam hal yang bersifat strategis. DKI Jakarta hitungannya strategis," kata Gembong usai menghadiri Rakerda Gerindra di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).
Gembong lalu menyebut bahwa nama Risma belum ada dalam daftar usungan internal maupun jalur pendaftaran. Meski begitu, peluang lewat jalur penugasan tetap terbuka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PDIP saat ini memiliki 28 kursi di DPRD DKI Jakarta sehingga lebih dari cukup untuk mengusung calon tanpa berkoalisi dalam pilgub. PDIP memenuhi syarat untuk mengusung cagub dan cawagub sekaligus.
"Bisa saja kombinasi antara penugasan dengan penjaringan. Sangat terbuka. Jangan dianggap sia-sia. Setelah assessment ada fit and proper, setelah itu uji coba di masyarakat melalui survei internal. Ada 3 tahap, target akan menyesuaikan jadwal KPU, makin cepat makin baik," papar Gembong.
Beberapa waktu lalu Megawati tampak akrab berbincang dengan Risma di Surabaya. Tak heran bila muncul spekulasi bahwa Risma 'dijemput' oleh Mega untuk ke DKI.
"Pemimpin komunikasi dengan kader itu sah-sah saja. Teman-teman yang menerjemahkan, derajatnya sama. Tinggal SK penugasan saja. PDIP semua dekat, intens, sudah sering komunikasi," tandas Gembong. (bag/bag)











































