Meski Hujan Deras, Semarang Night Carnival Dibanjiri Wisatawan

Meski Hujan Deras, Semarang Night Carnival Dibanjiri Wisatawan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2016 21:41 WIB
Meski Hujan Deras, Semarang Night Carnival Dibanjiri Wisatawan
Foto: Peserta Semarang Night Carnival 2016 (Angling/detikcom)
Semarang - Kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, malam ini padat ribuan wisatawan. Mereka rela berdesakan untuk menyaksikan warna-warni kostum dalam acara rangkaian HUT Kota Semarang ke-469 yaitu Semarang Night Carnival (SNC) 2016.

Ribuan orang sudah mulai memadati jalur sepanjang 1,3 km rute SNC bahkan satu jam lebih awal sebelum acara dimulai. Tepat pukul 19.39 rombongan mulai berjalan dengan ditandai penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan wakilnya Hevearita Gunaryanti serta para pejabat lainnya.
Pembukaan Semarang Night Carnival 2016 (Angling/detikcom)

"Ini adalah Semarang Night Carnival ke-6, usia Kota Semarang 469 tahun. Kota ini sangat tua, bukan tua renta tapi semakin tua semakin mantap berisi," kata Hendrar dalam sambutannya, Sabtu (7/5/2016) malam.

Sekitar satu menit setelah bel dibunyikan, ternyata hujan turun cukup deras dan membuat penonton kaget, namun ternyata mereka tetap bertahan. Hiasan stereofoam di layar besar yang berada di depan panggung terpaksa dirubuhkan karena rawan jatuh, dan layar besar itu ditutup plastik oleh kru acara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski hujan turun, penonton tetap bertahan dan justru semakin membludak. SNC 2016 dimeriahkan 800 peserta diawali dari Drumband dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, kemudian Defile Warak Ngedhog, Defile SNC 2016, Defile Tamu Jepara Fashion Carnaval, dan ada juga History SNC 2011-2015 yang menampilkan para peserta event tahun-tahun sebelumnya.
Foto: Peserta Semarang Night Carnival 2016 (Angling/detikcom)

Berbagai kostum megah membuat penonton bertepuk tangan dan beberapa diantaranya berdesakan untuk mengambil foto. Tema yang diangkat dalam SNC kali ini adalah "Fantasi Warak Ngendhog". Kostum yang ditampilkan pun bertema Warak yang merupaka hewan fantasi khas Kota Semarang yaitu Lidah Warak, Gigi Warak, Tanduk Warak, Sisik Warak, dan Harmoni Warak.

"Warak Ngendhog ini simbol akulturasi Kota Semarang, kepala naga yang menyimbolkan etins Tionghoa, badan Buroq yang menyimbolkan warga Arab, dan kaki kambing menyimbolkan Jawa," tandas Hendrar.
Foto: Peserta Semarang Night Carnival 2016 (Angling/detikcom)

Rute untuk tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini dimulai dari Gereja Gedangan di Jalan Ronggowarsito kemudian Jalan Lerjen Suprapto atau kawasan Gereja Blenduk Kota Lama dan berakhir di Jembatan Berok.

Meski lebih pendek rutenya, kemeriahan SNC tidak berkurang. Saat ini acara masih berlangsung dengan acara pentas musik dan wisatawan masih berkumpul dan berselfie dengan Gereja Blenduk yang disorot lampu warna ungu. (alg/miq)


Berita Terkait