2 Caketum Golkar yang Tak Bayar Rp 1 M Absen di Pengambilan Nomor Urut

2 Caketum Golkar yang Tak Bayar Rp 1 M Absen di Pengambilan Nomor Urut

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2016 16:07 WIB
2 Caketum Golkar yang Tak Bayar Rp 1 M Absen di Pengambilan Nomor Urut
Foto: Danu Damarjati
Jakarta - Dua calon ketua umum Partai Golkar yang tak membayar iuran Rp 1 miliar memang telah diloloskan melaju ke Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali 15 Mei nanti. Namun keduanya belum juga datang ke pengambilan nomor urut caketum Golkar hari ini.

Dua caketum itu adalah Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo. Mereka berdua belum juga datang dalam acara pengambilan nomor urut caketum yang digelar di Kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5/2016).


Di sini sudah hadir enam caketum yang memang lebih dulu diloloskan oleh Panitia Munaslub. Enam caketum itu adalah Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Priyo Budi Santoso, dan Airlangga Hartarto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita masih menunggu Bapak Indra Bambang Utoyo dan Bapak Syahrul Yasin Limpo," kata perempuan berkerudung yang bertindak sebagai master of ceremony (MC) acara ini.

Para caketum yang sudah hadir telah duduk berjejer di depan panggung. Mereka berhadapan dengan para pendukung masing-masing. Yel-yel diteriakkan.

"Mahyudin! Untuk Semua!", "Golkar1! Akom!", "Indra! Untuk Golkar!" begitulah bunyi bermacam-macam yel-yel di acara ini.

Kini, acara pengambilan nomor urut telah dibuka Ketua Pengaran (Steering Committe/SC) Munaslub Golkar Nurdin Halid. Namun demikian, Syahrul dan Indra belum juga datang, kecuali hanya sebagian pendukungnya.

Menurut Nurdin dalam sambutannya, Indra Bambang Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo kemungkinan baru datang ke rumahnya yang jauh dari Jakarta. Karena dua caketum itu tak hadir, Nurdin lantas memutuskan pengambilan nomor urut dua caketum itu bisa diwakilkan.

"Mungkin Pak Indra Bambang Utoyo baru tiba di rumahnya. Mungkin Pak Syahrul Yasin Limpo sedang tiba setelah perjalanan ke Makassar, sehingga pengambilan nomor urut bisa diwakili. Tetapi maaf yang mewakili tidak boleh tampil di depan," kata Nurdin. (dnu/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads