Desi Istri Yayan, WNI Korban Kecelakaan di AS Kaget Ada Oknum Minta Biaya US$ 8 ribu

Desi Istri Yayan, WNI Korban Kecelakaan di AS Kaget Ada Oknum Minta Biaya US$ 8 ribu

Syahdan Alamsyah, - detikNews
Sabtu, 07 Mei 2016 11:24 WIB
Desi Istri Yayan, WNI Korban Kecelakaan di AS Kaget Ada Oknum Minta Biaya US$ 8 ribu
Foto: alamsyah/detikcom
Sukabumi - Desi Kurnia Susanti (30) istri dari Yayan Royani (38) salah satu korban kecelakaan maut di Hancock County, Mississippi, Amerika Serikat tengah berduka. Suaminya yang bekerja sebagai pelayan di restoran di negeri paman Sam itu meninggal dunia. Yayan sudah 16 bulan bekerja di sana.

Namun ada gundah gulana yang sempat mengganggu Desi. Dia sempat dibuat kaget dengan permintaan uang sebesar US$ 8 ribu dolar dari seseorang yang mengaku-ngaku bekerja di Kementrian Luar Negeri.

"Saya ditelpon, katanya ibu mau jenazah dimakamkan di Amerika atau mau di bawa ke tanah air. Saya jawab mau dibawa pulang ke sini, terus dia nanya lagi ibu sudah siap belum uang US$ 8 ribu buat pengurusan jenazahnya. Saya langsung diam, saya jawab uang segitu darimana pak," tutur Desi, kepada detikcom seraya menerima sejumlah kerabat yang datang ke kediamannya sekira pukul 09.45 WIB, Sabtu (7/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum berangkat Yayan bekerja sebagai seorang pelayan disalah satu restoran yang ada di Sukabumi.

"Kerja disana diajak sama kenalannya ada dua saudara juga yang bekerja sama-sama di restoran di Amerika, kalau masalah bagaimana dia berangkat setau saya dia punya paspor dan bikin visa nya di Jakarta. Kalau kirim uang sebulan sekali ya cukup buat anak sekolah," lanjut Desi.

Kembali ke soal permintaan dari seseorang yang mengaku-ngaku staf di Kemlu itu, Desi segera mengontak staf KBRI di Washington bernama Kalista yang biasa berkomunikasi dengan dia.

Ternyata setelah ditanyakan ke Kalista, sama sekali tidak pernah ada permintaan uang sebesar itu. Desi mengaku, oknum yang menelepon itu bisa saja mencatut nama pegawai Kemlu.

"Awalnya saya sering kontekan dengan Fitri Sumantri dan Asep Apik, saudara yang juga kerja di sana. Mungkin nomer saya diberikan ke staf KBRI yang kalau nggak salah namanya bu Kalista. Beliau ini yang rutin kasih informasi nenangin keluarga di sini saya salut. Karena hal itu, nggak ada tuh  permintaan uang US$ 8000 seperti yang dikatakan orang yang mengaku kerja di Kemenlu, malah jadi beban ke keluarga kan kalau begitu" lanjutnya.

Desi mengaku berharap bantuan dan perhatian dari pemerintah untuk memulangkan jasad suaminya. Jika ada permintaan uang, Desi mengaku tak sanggup untuk memenuhinya.

"Kami lagi kena musibah, saya malah kerasa seperti dikasih beban kalau begitu," tandas ibu satu orang anak ini. (dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads