Empat Alternatif Tata Cara Pemilihan Pimpinan PKB

Empat Alternatif Tata Cara Pemilihan Pimpinan PKB

- detikNews
Jumat, 18 Mar 2005 16:19 WIB
Jakarta - Steering committee (SC) muktamar PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) telah membuat empat alternatif tata cara pemilihan pimpinan PKB dalam muktamar II PKB di Semarang. Empat alternatif ini sudah disosialisasikan ke wilayah dan cabang. Hal ini disampaikan oleh Ketua SC Muktamar II PKB Arifin Junaidi kepada wartawan dalam jumpa pers di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (18/3/2005). Arifin didampingi Wakil Ketua Umum DPP PKB Mahfud MD. Menurut Arifin, materi tata cara pemilihan pimpinan PKB merupakan bagian salah satu dari lima materi yang telah dikirimkan ke wilayah dan cabang untuk dipelajari dan disosialisasikan. Kelima materi itu adalah tata tertib (tatib), perubahan AD/ART, program pemenangan Pemilu, hubungan PKB dengan lembaga politik, dan rekomendasi. Dalam materi perubahan AD/ART itulah dijelaskan mengenai empat alternatif struktur pimpinan PKB. Alternatif pertama, ketua umum dewan syuro dipilih melalui muktamar, sedangkan ketua umum tanfidz dipilih melalui muktamar setelah mendapat persetujuan dewan syuro. Alternatif pertama inilah yang diberlakukan saat ini. Namun, menurut Arifin, alternatif ini mengakibatkan dualisme kepemimpinan. Alternatrif kedua, ketua umum dewan syuro dipilih muktamar, lalu ketua umum dewan tanfidz dipilih dewan syuro. Alternatif ketiga, ketua dewan tanfidz dipilih muktamar, lalu dengan bantuan formatur membentuk dewan syuro. "Ini berarti dewan syuro sebagai penasihat, dan dewan tanfidz sebagai pimpinan," kata Arifin. Alternatif keempat, dipilih seorang pimpinan tertinggi, yaitu presiden partai melalui muktamar, yang kemudian dibantu formatur, presiden partai membentuk syuro dan tanfidz. Dalam hal ini presiden partai memiliki hak veto dan prerogatif (super body)."Sekarang kita tinggal menunggu masukan dari wilayah dan cabang," kata Arifin. Menurut Arifin, munculnya empat alternatif ini, karena DPP PKB ingin mengakomodir semua pemikiran yang muncul. "Tujuannya membawa PKB jadi partai yang lebih terbuka dan besar, tidak hanya untuk warga NU," jelasnya. Bagaimana peluang dari empat alternatif ini? Arifin menduga, keempat alternatif ini sama kuat peluangnya. "Gus Dur sendiri terbuka untuk semua alternatif. Tapi, secara pribadi saya cenderung memilih alternatif kedua," ungkapnya. Arifin punya alasan tersendiri untuk memilih alternatif kedua ini. "Sebagai salah seorang yang merancang AD/ART awal PKB, saya ingin kembali ke khittah NU, bahwa itu dikembalikan kepemimpinannya kepada ulama yang dipilih oleh dewan syuro. Karena hampir semua pengurus dan warga PKB menghendaki tidak ada dualisme kepemimpinan," ujarnya. (asy/)


Berita Terkait