"Selain komitmen untuk tidak pakai politik uang, sudah ada peringatan dari KPK, sebagai pejabat negara Syahrul tidak mau mengambil risiko menyetor. Peringatan KPK itu tidak perlu ditafsirkan lain-lain lagi," ujar Roem yang menjabat Ketua Harian DPD I Golkar Sulawesi Selatan, Jumat (6/5/2016).
Syahrul kini masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Selain Syahrul juga masih ada Indra Bambang Utoyo yang enggan membayarkan iuran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau panitia Munaslub menggugurkan Syahrul, ya mau diapakan lagi. Tujuan akhir yang ingin kita capai adalah pembaharuan dan persatuan kader-kader Golkar," pungkas Roem. (mna/bag)











































