JK: Sumbangan Munaslub Golkar Sesuka Hati, Tidak Ada Paksa-paksa

JK: Sumbangan Munaslub Golkar Sesuka Hati, Tidak Ada Paksa-paksa

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jumat, 06 Mei 2016 18:47 WIB
JK: Sumbangan Munaslub Golkar Sesuka Hati, Tidak Ada Paksa-paksa
Ketua DPR Ade Komarudin bersama Jusuf Kalla di kantor Wapres, Rabu (20/4/2016). Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom
Jakarta - Tokoh senior Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) kembali berharap sumbangan iuran Rp 1 miliar yang dibebankan ke para calon ketum Golkar tidak dipatok besarannya. Para caketum seharusnya diberi keleluasaan menyumbang dengan kemampuan finansial yang dimiliki.

"Enggak ada mahar, yang ada sumbangan masing-masing untuk penyelenggaraan. Namanya sumbangan kan sesuka hati. Tidak ada paksa-paksa," ujar JK dalam kunjungan kerjanya di Bali, Jumat (6/5/2016).

Namun JK menegaskan dirinya tidak akan mencampuri pemilihan ketum Golkar dan menyerahkan sepenuhnya kepada panitia pengarah dan panitia pelaksana Munaslub pada 15-17 Mei mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Munas Golkar kan yang menentukan Bali, tanggal 15," kata JK.

Dua calon ketum Golkar, Indra Bambang Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo tetap enggan membayar iuran sebesar Rp 1 miliar. Panitia memberi kesempatan bagi keduanya untuk membayar iuran yang diwajibkan tersebut.

"Terhadap Syahrul dan Indra diberi kesempatan sampai besok Sabtu (7/5) jam 12.00 WIB siang untuk menjawab surat SC berkaitan dengan persyaratan yang belum terpenuhi. Apabila sampai jam 12.00 WIB tidak ada respons yang bersangkutan, maka rapat pleno SC memutuskan yang bersangkutan mengundurkan diri," kata Ketua Pengarah (Steering Committee/SC) Munaslub Nurdin Halid di Kantor DPP Golkar.

Nurdin menyebut alasan pemberian kesempatan adalah karena faktor obyektif sesuai dengan AD/ART partai. Nurdin juga menepis anggapan bahwa duit Rp 1 miliar merupakan biaya pendaftaran.

"Menegaskan kembali, uang pendaftaran, bukan mahar ataupun lainnya tapi menjadi sumbangan. Dari enam calon, ada yang lebih menyumbang lebih yaitu saudara Priyo yang menyumbang 100 ribu USD atau kira-kira setara Rp 1,23 miliar," kata Nurdin.

(fiq/fdn)


Berita Terkait