"Enggak ada mahar, yang ada sumbangan masing-masing untuk penyelenggaraan. Namanya sumbangan kan sesuka hati. Tidak ada paksa-paksa," ujar JK dalam kunjungan kerjanya di Bali, Jumat (6/5/2016).
Namun JK menegaskan dirinya tidak akan mencampuri pemilihan ketum Golkar dan menyerahkan sepenuhnya kepada panitia pengarah dan panitia pelaksana Munaslub pada 15-17 Mei mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua calon ketum Golkar, Indra Bambang Utoyo dan Syahrul Yasin Limpo tetap enggan membayar iuran sebesar Rp 1 miliar. Panitia memberi kesempatan bagi keduanya untuk membayar iuran yang diwajibkan tersebut.
"Terhadap Syahrul dan Indra diberi kesempatan sampai besok Sabtu (7/5) jam 12.00 WIB siang untuk menjawab surat SC berkaitan dengan persyaratan yang belum terpenuhi. Apabila sampai jam 12.00 WIB tidak ada respons yang bersangkutan, maka rapat pleno SC memutuskan yang bersangkutan mengundurkan diri," kata Ketua Pengarah (Steering Committee/SC) Munaslub Nurdin Halid di Kantor DPP Golkar.
Nurdin menyebut alasan pemberian kesempatan adalah karena faktor obyektif sesuai dengan AD/ART partai. Nurdin juga menepis anggapan bahwa duit Rp 1 miliar merupakan biaya pendaftaran.
"Menegaskan kembali, uang pendaftaran, bukan mahar ataupun lainnya tapi menjadi sumbangan. Dari enam calon, ada yang lebih menyumbang lebih yaitu saudara Priyo yang menyumbang 100 ribu USD atau kira-kira setara Rp 1,23 miliar," kata Nurdin.
(fiq/fdn)











































