"Para pendaftar harus memenuhi seluruh persyaratan sepenuhnya,"Β kata Nurdin saat dikonfirmasi, Jumat (6/5/2016).
Namun Nurdin menolak menjawab mengenai adanya pendaftar yang tetap berkukuh tidak membayar iuran untuk pelaksanaan Munaslub pada tanggal 15-17 Mei 2016 di Bali. Sekitar pukul 14.00 WIB nanti, panitia pengarah menggelar rapat pleno hasil verifikasi persyaratan kedelapan bakal caketum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai polemik iuran Rp 1 miliar, Nurdin menegaskan KPK hanya menegaskan tidak boleh dilakukannya politik uang dalam pelaksanaan Munaslub untuk memilih ketum baru Golkar menggantikan Aburizal Bakrie. Karena itu panitia Munaslub sepakat tetap mengutip iuran dari para caketum seperti diputuskan sebelumnya.
"KPK tidak menyatakan melarang hanya bilang tidak boleh ada money politics. Itu kami hargai. Siang ini kami akan putuskan mereka-mereka yang lolos syarat pendaftaran," sambung Nurdin.
Delapan bakal caketum yang mendaftar adalah Aziz Syamsudin, Mahyudin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Syahrul Yasin Limpo, Airlangga Hartarto, Indra Bambang Utoyo, dan Priyo Budi Santoso. Ade Komarudin yang sebelumnya menolak memberikan iuran, pada siang tadi akhirnya menyerahkan uang Rp 1 miliar ke panitia Munaslub.
Panitia memberi tenggat waktu hingga pukul 12.00 WIB hari ini bagi para pendaftar untuk menyerahkan iuran pelaksanaan Munaslub.
(fdn/bpn)











































