DetikNews
Jumat 06 Mei 2016, 01:36 WIB

Massa Suporter Bola Sweeping Mobil Berpelat N di Jembatan Suramadu

Imam Wahyudiyanta - detikNews
Massa Suporter Bola Sweeping Mobil Berpelat N di Jembatan Suramadu Foto: Dok. Istimewa
Surabaya - Ratusan suporter sepak bola yang sebagian mengenakan atribut Persebaya (bonek) melakukan sweeping di Jembatan Suramadu. Mereka mencegat mobil yang berpelat N.

Sweeping tersebut berbuntut kerusuhan karena polisi yang hendak membubarkan mendapat perlawanan dari para bonek. Setidaknya dua kendaraan berpelat N rusak dalam peristiwa itu.

"Ini dilakukan secara spontan. Para suporter bola itu tiba-tiba berkumpul dan langsung melakukan sweeping," ujar Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Ardian Satrio kepada detikcom, Jumat (6/5/2016).

Massa bonek, kata Ardian, mulai berkumpul sekitar pukul 21.00-22.00 WIB. Setelah massa berkumpul banyak, mereka mulai menguasai jalan.

Massa bonek diduga berasal dari daerah sekitar karena mereka berkumpul cukup banyak dalam waktu yang singkat. Mereka mencari mobil yang menggunakan pelat nomor N, yakni pelat nomor untuk daerah Malang. banyaknya massa bonek di jalan membuat arus lalu lintas memadat dan akhirnya terhenti.

Keadaan pun mencekam. Selain mencari mobil berpelat N, massa bonek juga meminta pengguna kendaraan agar menunjukkan KTP nya. Mobil berpelat N pun menjadi sasaran amukan massa. Mobil tersebut diinjak-injak dan kacanya dipecah. Massa bonek melakukannya menggunakan kayu dan batu.

"Setidaknya ada dua mobil yang dirusak massa. Tetapi pengendaranya selamat, tidak apa-apa," kata Ardian.

Polisi sendiri kurang mengantisipasi adanya sweeping dadakan ini. Polisi mengira sweeping dilakukan Jumat siang. Sweeping ini dilakukan massa bonek terkait pertandingan antara Arema Cronus vs Madura United dalam lanjutan Torabika Soccer Championship yang akan dilangsungkan pada Jumat malam di Madura.

Polisi yang datang ke lokasi langsung membubaran paksa. Personel Dalmas dari Polda Jatim, Brimob Polda Jatim, Polrestabes Surabaya, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak langsung bertindak.Tetapi mereka mendapatkan perlawanan dari massa bonek yang melakukan pelemparan batu. Massa yang terus melawan direspon dengan tembakan gas air mata yang akhirnya membuat massa terpecah dan bubar.
 
Meski massa mulai dikendalikan, namun polisi tetap berjaga di lokasi. Lokasi juga segera dibersihkan dari kayu dan batu yang banyak berserakan. Sekitar pukul 01.00 WIB, arus di Jembatan Suramadu mulai dibuka kembali.


(iwd/Hbb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed