FPAN Bantah Melemah Sikapi Kenaikan Harga BBM
Jumat, 18 Mar 2005 15:50 WIB
Jakarta - Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR membantah telah melemah dalam menolak kenaikan harga BBM dalam rapat paripurna, 16 Maret lalu. FPAN tidak bersuara karena tidak mendapat kesempatan. "Dari awal hingga akhir kita tidak pernah bergerak dari sikap menolak kenaikan BBM. Namun, kita tidak ingin berhenti pada menolak saja tapi harus ada tindak lanjut," ujar Ketua FPAN Abdillah Toha di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (18/3/2005). Ia menegaskan fraksinya tidak bersuara dalam paripurna kerena tidak memperoleh kesempatan. Sebagian besar mikrofon mati karena ada beberapa yang diblok. "Bahkan ada yang sengaja menyalakan tetapi mikrofonnya disembunyikan supaya tidak kelihatan menyala. Padahal, kita ingin bicara," katanya. Namun, Abdillah berterima kasih atas kritikan yang menyebutkan sikap FPAN sudah melemah. Ia juga membantah fraksinya pernah mengikuti pertemuan dengan fraksi-fraksi yang tidak menginginkan voting sikap DPR di paripurna. "Tidak benar, memang kita pernah bertemu tapi bukan soal BBM, melainkan soal lainnya," ungkapnya. FPAN akan mengusulkan alternatif baru yang sejalan dengan opsi yang ditawarkan FPDIP. Opsi yang ditawarkan FPAN adalah menerima atau menolak kenaikan harga BBM tetapi memberi kesempatan kepada pemerintah untuk meninjau kembali.
(rif/)











































