DetikNews
Kamis 05 Mei 2016, 17:11 WIB

Cak Imin: Nusantara Mengaji untuk Hadapi Berbagai Masalah di Indonesia

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Cak Imin: Nusantara Mengaji untuk Hadapi Berbagai Masalah di Indonesia Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta - Selaku ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menggelar Nusantara Mengaji di Masjid Sunda Kelapa. Gerakan ini diharapkan membuat Indonesia bebas dari segala persoalaan.

Pantauan di Masjid Sunda Kelapa, Jalan Taman Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016), tokoh-tokoh dan menteri dari PKB mulai mendatangi acara tersebut.

Muhaimin datang mengenakan baju koko warna putih serta celana dan kopiah hitam. Selang beberapa menit kemudian Menteri Olahraga Imam Nahrawi didampingi istrinya dan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir yang menyusul di belakangnya.

"Ini dalam rangka mewujudkan Indonesia maju, Indonesia sejahtera. Tidak mungkin kita berjalan sendiri tanpa doa kepada Allah. Melalui doa pengkhatam Alquran 300.000 kali adalah munajat, berdoa, memohon, keberkahan alquran agar bisa memudahkan usaha rakyat dan seluruh usaha pemerintah agar cepat dalam memajukan Indonesia, yang lebih maju," ujar Cak Imin di lokasi.

Misi lain dari Nusantara Mengaji kata Cak Imin selain memahami Alquran berserta ajarannya. Sekelumit masalah bangsa Indonesia akan mudah dibebaskan.

"Istilah lainnya, Alquran kalau dipahami tidak ada LGBT, tidak ada radikalisme kekerasan, perpecahan, oleh karena itu dengan Alquran maka Indonesia lebih toleran, damai dan jadi contoh dunia Islam yang rahmatan lil alamin," paparnya.

Cak Imin dalam acara Nusantara Mengaji (Foto: Edward/detikcom)


Cak Imin mengatakan gerakan ini akan dilakukan diseluruh Indonesia mulai dari Papua hingga Aceh. Pembukaan acara ini akan dihadiri menteri dan tokoh ulama.

"Tanggal 7 Mei nanti, mulai dari jam tujuh sampai jam sembilan malam dengan siaran langsung dari TVRI di Jember dan tujuh provinsi lain. Insya Allah diikuti delapan menteri dan tokoh ulama," bebernya.

Dia menjelaskan tujuan besar gerakan ini adalah munculnya Hafidz Alquran di Indonesia. Sehingga bisa mencetak generasi muda yang berbudi pekerti mulia.

"Salah satu tujuan besar One Vilage One Hafidz satu desa satu Hafidz, depannya lagi One Masjid One Hafidz. Supaya penghafal Alquran ada di setiap masjid ada di setiap desa. Hari ini sangat kekurangan jumlah Hafidz kita, jumlah pembaca Alquran kita. Banyak imam masjid yang membaca Alqurannya tidak layak, bacaan Alqurannya tidak fasih, banyak masjid 'al imam grothal-grathul (tertatih-tatih)' istilahnya. Gerakan ini akan rutin setiap tahun. Kelak generasi muda harus belajar Alquran menginternalisasi memahami Alquran, karena Indonesia butuh kekuatan moral untuk hadapi begitu banyak masalah yang kita hadapi," pungkasnya.

Enam Menteri Kabinet Kerja bakal menghadiri kegiatan gerakan Nusantara Mengaji. Mereka adalah Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir dan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri.

Keenam menteri tersebut telah mendapat jatah wilayah yang akan disambangi pada saat pembukaan Nusantara Mengaji dengan 300 ribu khataman serentak di Indonesia. Selain keenam menteri tersebut, gerakan Nusantara Mengaji yang diinisiatori Muhaimin Iskandar ini akan didukung penuh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siraj, Sekretaris PBNU Helmy Faisal Zaini, Penasihat Kornas Nusantara Mengaji KH Ahsin Sakho, KH Syarif Rahmat, Hj Maria Ulfa, KH Usfuri Anshor dan para ulama lainnya.


(edo/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed