Pemerintah masih berupaya membebaskan 4 lagi WNI yang disandera oleh Kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pemerintah hingga saat ini masih berupaya keras untuk menyelamatkan sandera.
"(Proses pembebasan) sedang diusahakan, sedang diupayakan lah. Mudah-mudahan cepat," ujar Jusuf Kalla di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, (5/5/2016).
JK menyampaikan hal tersebut usai meresmikan 12th Indonesia Investment Week 2016.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah berhasil mengetahui lokasi 4 WNI yang disandera. Upaya ini berhasil setelah adanya kontak yang dilakukan atas bantuan mantan pimpinan The Moro National Liberation Front (MNLF) Nur Misuari.
"Kita (menghubungi) melalui Nur Misuari. Orangnya sudah bisa kontak dengan penyandera dan sandera," kata Kivlan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (4/5/2016). Kivlan kenal dekat dengan Nur Misuari karena Kivlan pernah menjadi pasukan perdamaian di Filipina Selatan pada 1995-1996.
Menurut Kivlan posisi penyandera dan yang disandera juga sudah diketahui, yakni 30 kilometer dari Sulu, Filipina. Upaya lobi kekeluargaan terus dilakukan.
"Kami sedang lakukan lobi-lobi, kami harapkan (4 WNI) bisa dibebaskan dengan cara kekeluargaan sama seperti kemarin," kata dia. (dhn/dhn)











































