"Dia cenderung pendiam, tapi banyak temannya. Di rumah enggak neko-neko, pulang sekolah tidur-tiduran nonton TV. Lalu mengaji," kata paman Agus, Hermansyah, di rumah duka, Jl Cipeucang IV No 5, Koja, Jakarta Utara, Kamis (5/5/2016).
Agus adalah anak yang penurut. Siswa kelas I SMP Yapensori itu merupakan kesayangan sang ayah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Asyik Selfie, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Gedung Kosong di Koja
Peristiwa pada Rabu (4/5) malam pun merupakan anomali karena biasanya anak pertama dari dua bersaudara tersebut tidak pergi sejauh itu. Hermansyah mengatakan kala itu Agus meminta uang kepada ibunya untuk membeli nasi uduk.
"Enggak lama kemudian diajak ke sana (kantor Imigrasi Jakut), main ke gedung sana. Pada saat itu teman-temannya minta tolong," ceritanya.
Ternyata, itu adalah saat terakhir Agus berinteraksi dengan keluarganya. "Lalu tiba-tiba saya dapat informasi dari temannya bahwa Agus sudah enggak ada nyawanya," ujar Hermansyah.
Kini, keluarga Agus hanya bisa pasrah dan memendam duka. Rencananya, jenazah Agus akan dimakamkan hari ini di TPU dekat kediaman mereka. (imk/nrl)










































