Turbulensi memang menjadi salah satu hal yang ditakuti saat akan naik pesawat. Meski begitu turbulensi diketahui jarang menyebabkan cedera.
Berdasarkan informasi dari CN Traveler yang dikutip pada 21 Februari 2014 lalu, Federal Aviation Administration (FAA) alias Badan Penerbangan Amerika mencatat hanya 20 dari 800 juta penumpang yang terbang setiap tahunnya di Amerika Serikat mengalami cedera akibat turbulensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih menurut CN Traveler, pada dasarnya turbulensi bukanlah yang berbahaya. Turbulensi merupakan keadaan di mana pesawat melintasi jalur dengan angin kencang, badai, atau berada dekat dengan pegunungan. Hal ini memang wajar dialami pesawat mana pun di dunia.
Biasanya pilot akan tahu jika akan terjadi turbulensi. Meskipun ada juga kejadian-kejadian tertentu di mana turbulensi terjadi tanpa dapat diprediksi sebelumnya.
CN Traveler juga mengungkapkan bahwa turbulensi ada kaitannya dengan pemanasan global. Berdasarkan penelitian, jumlah clear air turbulence bertambah lebih dari 2 kali lipat selama 1 abad belakangan.
Dilansir dariΒ News.com pada 19 Maret 2014 lalu, setidaknya ada 4 jenis turbulensi yang patut diketahui, mulai dari thunderstorm turbulence, mountain wave turbulence, aircraft wake vortex turbulence, dan clear air turbulence.
Baca juga: Area Penyimpanan Kabin Etihad EY474 Alami Kerusakan Akibat Turbulensi
Thunderstorm turbulence terjadi ketika pesawat dekat dengan badai. Kemahiran pilot dalam menghindari badai sangat diperlukan. Mountain wave turbulence terjadi ketika ada angin berhembus saat pesawat melintas di kawasan pegunungan. Dampaknya, guncangan keras akan terjadi, pesawat pun terasa seperti sebentar naik sebentar turun.
Jenis turbulensi yang ketiga yakni aircraft wake vortex turbulence. Sebagai objek yang terbang di udara, pesawat akan memecah udara dan menimbulkan pusaran yang disebut wake turbulence. Untuk mencegah ini, kontrol penerbangan sangat diperlukan agar terjadi pemisahan antara pusaran udara dan pesawat.
Sedangkan clear air turbulence (CAT) adalah turbulensi yang terjadi mendadak. Biasanya, turbulensi ini terjadi ketika tidak ada awan yang terlihat. CAT berbahaya karena karena menyulitkan pilot dalam mengontrol pergerakan dan mendeteksi apa yang ada di hadapan. (rna/imk)











































