Flu Burung Merebak di Sulsel
Jumat, 18 Mar 2005 15:37 WIB
Makassar - Wabah flu burung terus merebak di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel). Di kabupaten Sidrap, sebanyak 47.832 ekor ayam mati karena terkena wabah ini. Pemprov Sulsel pun melakukan isolasi sebagai antisipasi meluasnya wabah.Bukan hanya Sidrap, sejumlah kabupaten yang telah tertular, antara lain Soppeng dan Wajo. Bahkan berdasarkan data yang dilansir oleh Pemprov Sulsel, jumlah ayam yang mati di Sulsel telah mencapai 71 ribu.Sebagai langkah antisipasi, dinas Peternakan Sulsel, pun melakukan isolasi terhadap daera- daerah yang telah tertular wabah flu burung. "Isolasi dilakukan agar wabah tidak meluas," ujar Arifin Sarsa, wakil kepala Dinas Peternakan Sulsel ketika ditemui di kantornya, Jl Baji Minasa, Makassar, Jumat (18/3/2005).Isolasi ini, menurut Arifin, berupa penutupan lalu lintas pasokan ayam dan telur di daerah daerah yang belum tertular. Setiap ayam yang dikirim ke daerah lain harus diperiksa terlebih dahulu. Bahkan dianjurkan untuk disuntik sinfektan total. Bahkan agar wabah flu burung tidak merebak, pemerintah Sulsel telah mempersiapkan enam juta dosis vaksin.Selain itu, Arifin juga mengimbau kepada warga Sulsel untuk tidak takut makan Ayam, karena virus ini akan mati pada tingkat kepanasan 85 derajat celcius. Sementara ketika dimasak, bisa mencapai 100 derajat celcius. "Jadi aman untuk dikomsumsi," tuturnya.
(asy/)











































