Wapres Mengeluh Foto dan Gambarnya Diinjak-injak
Jumat, 18 Mar 2005 15:25 WIB
Jakarta -
Aksi demo menentang kenaikan harga BBM yang terus marak di berbagai tempat ternyata tak lepas dari pantauan Wakil Presiden M Jusuf Kalla. Dari serangkaian aksi demo tersebut, Jusuf Kalla mengeluhkan adanya aksi demo yang menginjak-injak foto dan gambarnya. "Kita tidak bermaksud untuk populer. Siapa sih yang ingin foto atau gambar-gambar diinjak-injak. Gak ada yang seperti itu," kata Wakil Presiden M Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/3/2005). Seperti diketahui, aksi menolak kenaikan BBM di berbagai kota banyak yang menjurus anarkhis. Aksi-aksi banyak diwarnai dengan pembakaran dan injak-injak foto dan gambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla. Ketika ditanya ada kesan pemerintah tidak siap untuk menaikkan harga BBM, yang dilakukan 4 bulan setelah SBY menjabat sebagai presiden. Sementara para presiden sebelumnya Gus Dur menaikkan BBM setelah 1,5 tahun dan Megawati setelah 2,5 tahun berkuasa."Kenaikan BBM seharusya sudah dilakukan tahun lalu. Coba ingat dulu omongan Ibu Mega, waktu itu bilang kalau BBM dinaikkan pemerintahan yang akan datang," jawabnya singkat. Dalam kesempatan tersebut, Kalla juga mengatakan, dalam pemerintah siapapun, baik Gus Dur, Ibu Mega sampai pemerintah sekarang, tidak ada pemerintah yang senang menaikkan harga-harga. Tetapi pemerintah juga tidak pernah ingin agar kehabisan dana hanya untuk memberikan subsidi yang terlalu besar kepada yang tidak perlu."Contoh hari ini harga minyak dunia sudah mencapai 57 dollar. Setiap bulan sebelum kenaikan BBM kita harus mensubsidi Rp 9 triliun. Acuan subsidi 35 dollar/barel, sekarang sudah di atas 55 dollar/barel. Pemerintah masih mensubdisi Rp 6 triliun perbulan. Bisa bayangkan bagaimana posisi pemerintah,P imbuhnya
(jon/)










































