"Kita imbau dia supaya pulang, buat apa lama-lama di sana. Samadikhun aja 13 tahun (DPO) ketangkap juga. Mending dia kembali, buang-buang uang di sana dia susah," ungkap Kajati Jatim Maruli Hutagalung dalam perbincangan, Rabu (4/5/2016).
Saat ini intelijen sedang melacak keberadaan La Nyalla yang disebut-sebut berada di Singapura. Namun Maruli mengaku secara pribadi belum mengetahui keberadaan pasti di mana lokasi Ketum Kadin Jatim itu bersembunyi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini La Nyalla tengah mengajukan gugatan praperadilan kembali atas penetapan tersangkanya dalam kasus dugaan korupsi dan pencucian uang oleh Kejati Jatim. Dalam praperadilan pertama, pria yang juga menjabat sebagai Ketum PSSI tersebut menang namun Kejati Jatim kembali mengeluarkan sprindik dan surat penetapan tersangka baru. Praperadilan kali ini, La Nyalla mengatasnamakan anaknya.
"Kenapa mesti takut sih. Datanglah ke sini. Kalau dia memang enggak salah kenapa mesti lari? Harusnya dia hadapi hukum. Dia takut karena merasa bersalah. Padahal sekarang kan masih praduga tak bersalah. Pengadilan lah yang menyatakan bersalah," tutur Maruli.
Tindakan La Nyalla dengan buron seperti itu disebutnya justru memalukan nama baik bangsa karena kabur ke luar negeri. Maruli meminta agar La Nyalla kembali, sebab hampir semua DPO yang lari pada akhirnya tertangkap juga.
"Kau kan WNI, kau mencoreng NKRI di sana. Kau melarikan diri karena kasus korupsi. Buat apa WNI kalau kau bikin jelek di luar negeri. Malu kan," ujarnya.
"Sepintar-pintarnya tupai melompat pasti terjatuh, sejauh-jauhnnya orang lari ketangkep. Tommy Soeharto yang anak presiden, Samadikun, Nazaruddin, semua yang lari ketangkep juga," imbuh Maruli.
Dirjen Imigrasi mengeluarkan Red Notice terhadap La Nyalla ke sejumlah negara sahabat karena masa izin tinggalnya telah habis. Menurut Maruli, pihak imigrasi di tempat La Nyalla tinggal pasti akan berusaha mencari.
"Tapi mungkin nanti ditangkap sama imigrasi. Mungkin dicari juga sama polisi Singapura. Setahu saya biasanya didatangi (kalau masa izin tinggal habis)," ucap Maruli.
Sebelumnya tantangan juga datang dari Jaksa Agung M Prasetyo. Mantan politisi Partai NasDem itu meminta agar La Nyalla mau bersikap ksatria.
"Kita masih harapkan dia datang dengan baik-baik. Kita berhadap ke ksatriaan dari La Nyalla Mattalitti. Diundang, datang meskipun dia dimenangkan terus di praperadilan," imbau Jaksa Agung, Jumat (29/4). (ear/hri)











































