"Ada informasi kemarin dia mau kembali ke Indonesia bahkan mau menyerahkan diri juga tapi informasi ini masih kita kroscek juga apakah dari sumber yang benar," ungkap Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Arminsyah di Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Selasa (4/5/2016).
Saat ini Kejagung sedang dalam proses mencari data akan kebenaran informasi tersebut. Kabar itu didapat dari pihak intelijen.
"Ada kemarin rencana mau menyerahkan diri ke Indonesia, ke Jakarta lah tapi nyatanya berita itu tidak terlaksana kemarin atau tidak terbukti," kata Arminsyah.
"(Informasi) dari intelijen kita, tentu kita enggak bisa kasih tahu sumbernya, tapi nyatanya tidak terbukti," lanjutnya.
Arminsyah pun belum bisa memastikan apakah pihak Singapura sudah mengetahui perkembangan soal La Nyalla ini. Mengenai kerja sama dengan pemerintah Singapura, ia juga belum bisa banyak memberi komentar.
"Kita serahkan ke institusi yang berhubungan, ini kan baru berita intelijen," ucap Arminsyah.
Sejauh ini meski izin tinggal sudah habis, La Nyalla diketahui masih tinggal di Singapura. Hanya saja Arminsyah belum bisa memastikan lokasi tempat di mana Ketum PSSI itu berada.
"Kita tidak bisa sebutkan diketahui atau tidak, tapi yang jelas kita akan coba terus berkoordinasi dengan sumber lainnya," tutur dia.
Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie sebelumnya menyatakan pihaknya sudah menjalin kerja sama dengan interpol kawasan Asia Tenggara guna memulangkan La Nyalla. Meski begitu, aspek diplomasi dengan pemerintah Singapura juga sangat diperlukan.
"Mekanisme kerja sama ini kan di ASEAN ada Aseanpol, dan itu hubungan-hubungan inilah yang kita gunakan untuk kerja sama," ujar Ronny saat dihubungi, Selasa (3/5).
"Tapi kembali lagi sangat bergantung pada bantuan dari negara yang bersangkutan berada," imbuhnya. (ear/hri)











































