Gus Dur: Ada Konspirasi yang Sebabkan Kericuhan di DPR
Jumat, 18 Mar 2005 14:48 WIB
Jakarta - Kericuhan dalam rapat paripurna DPR yang membahas kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak merupakan aksi sebuah komplotan atau hasil konspirasi. Ini menurut pandangan Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur."Saya tidak berpikir terlalu jauh. Jadi saya anggap ada konspirasi atau komplotan di dalam sidang paripurna," katan mantan Presiden RI ini.Gus Dur, yang ditemui wartawan usai pembukaan workshop Pergerakan Perempuan Kebangkitan Bangsa di Hotel Maharaja, Jl. Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat (18/3/2005), juga mengiayakan tentang adanya kepentingan politik di balik insiden kericuhan tersebut. "Bisa saja," katanya.Namun, terlepas dari terjadinya insiden kericuhan, Gus Dur menilai sikap fraksi-fraksi yang menolak kenaikan harga BBM sudah betul. "Artinya kita harus bisa bedakan prinsip dan prosedur. Prosedurnya memang seperti taman kanak-kanak, tapi prinsipnya itu betul. Bahwa kenapa masalah kenaikan BBM itu tidak dikonsultasikan dulu ke DPR."Ditanya tentang sikap pemerintah yang meyakini kebijakan kenaikan harga BBM sudah benar, Gus Dur menjawab, "Kalau begitu terjadi perbedaan kepentingan antara DPR dan pemerintah yang arahnya krisis konstitusi."Sementara tentang aksi walk out yang dilakukan FKB, Gus Dur menyatakan mendukungnya. "Itu yang melakukan fraksi. Kalau ditanyakan kepada saya kalau mau walk out, walk out saja. Memang DPR dibuat malu dengan sikap itu."
(gtp/)











































