Tangis haru dari para jamaah pengajian membahana saat Rinaldi yang diapit ayahnya, Amiruddin, memasuki gang rumahnya, sekitar pukul 20.30 WITA, Selasa (3/5/2016). Rinaldi tidak lupa menyalami dan mencium tangan para jamaah pengajian yang didominasi kaum hawa.
Warga gelar pengajian menyambut Rinaldi. Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom |
Setelah masuk ke dalam rumahnya, Rinaldi langsung melakukan sujud syukur. Setelah itu Rinaldi langsung bergabung dengan para jamaah pengajian.
Rinaldi selama penyanderaan, hanya pada hari pertama ia diikat. Setelah itu para penyandera yang bertopeng dan bersenjata lengkap hanya mengawasi 10 WNI dalam sebuah rumah yang terletak di tengah hutan Filipina.
"Hari pertama saya ditendang dikira orang Malaysia, setelah mereka tahu saya orang Bugis, sikapnya berubah dan tidak pernah kasar lagi. Kami makan dan beribadah bersama, apa yang mereka makan itu juga yang kami makan," ujar Rinaldi yang bertugas sebagai Juru Mudi di kapal Anand 12.
Rinaldi bersyukur dengan upaya semua pihak yang berjuang untuk menyelamatkan mereka dari penyanderaan selama 35 hari. (mna/bag)












































Warga gelar pengajian menyambut Rinaldi. Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom