ADVERTISEMENT

Keluarga di Mojokerto Soal Bobby Pelaku Penyayatan di Yogya: Agak Stres

Enggran Eko Budianto, - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 19:35 WIB
Foto: Enggran Eko Budianto/ istri Bobby, Satukah menunjukkan foto pernikahan
Jakarta - Kabar Bobby Adhie Nugroho (40) ditangkap polisi terkait aksi teror penyayatan di Yogyakarta membuat keluarganya di Kota Mojokerto prihatin. Mereka menyerahkan sepenuhnya ke polisi. Jika terbukti bersalah, keluarga berharap suami Satukah (41) itu dijatuhi hukuman ringan.

Kabar ditangakpnya Bobby membuat Satukah terkejut. Perempuan yang menikah dengan Bobby sejak 2009 silam itu masih belum percaya bahwa suaminya menjadi pelaku teror penyayatan di Kota Gudeg.

Bungsu dari 9 bersaudara pasangan Sali dan Sariati itu, besok (4/5) akan berangkat ke Yogyakarta. Dia ingin memastikan kondisi Bobby.

"Kalau memang bersalah ya saya meminta keringanan. Mudah-mudahan dia bukan pelakunya," kata Satukah ditemui wartawan di rumahnya, Lingkungan Banjaranyar IV No 17, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Selasa (3/5/2016) sore.

Hal senada dikatakan Joko Upoyo (56), kakak kandung Satukah atau kakak ipar Bobby. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke pihak kepolisian.

"Kami mohon dia diberi keringanan hukuman. Karena kondisinya memang agak stres. Semoga masalah ini cepat selesai, dia cepat dibebaskan. Kasihan adik saya," ungkapnya.

Di mata keluarga istrinya, Bobby dikenal sebagai pria yang pendiam dan tertutup. Selain itu, anak pertama pasangan Sapari Santoso dan Tarti Widiandari itu kerap berperilaku aneh saat tinggal di Kota Mojokerto.

Bobby ditangkap polisi di rumah kontrakan saudaranya di Sonopakis, Kasihan, Bantul, pada Senin (2/5) malam. Perbuatan pelaku telah mengakibatkan 4 orang perempuan menjadi korban luka. Semua TKP berada di wilayah kota Yogyakarta. (dra/dra)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT