"Bangsa Indonesia bersyukur dan bergembira atas dibebaskannya 10 WNI yang disandera oleh Abu Sayyaf sekitar 36 hari di Filipina Selatan. Oleh karena itu patut berterima kasih dan memberikan penghargaan tinggi kepada pemerintah Indonesia, semua instansi juga semua pihak yang telah berusaha, berupaya," ujar Din di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (3/5/2016).
Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (PIM) ini menyebut kesepuluh WNI berhasil dibebaskan dengan upaya diplomasi total yang dilakukan. Dia mengapresiasi gotong royong yang dilakukan banyak pihak dalam membantu pembebasan para WNI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Din juga mendukung langkah pemerintah melakukan pertemuan dengan Menlu dari Malaysia dan Filipina untuk membahas patroli bersama menjaga keamanan wilayah perairan. Keamanan perairan penting karena menjadi jalur perekonomian banyak negara.
"Prakarsa Presiden Joko Widodo mengajak Malaysia dan Filipina dan juga Filipina berbicara adanya langkah-langkah konkret bagi pengamanan Selat Malaka di bagian selatan maupun timur bisa aman dari pembajakan, penyanderaan karena itu jalur ekonomi internasional. Kita berharap adanya kerjsama keamanan yang juga secara kerjasma antara negara-negaraย di dekat itu," kata mantan Ketum PP Muhammadiyah ini.
(fdn/aan)










































