JK: Makin Banyak Air Anda Sehat, Banyak Merokok Makin Sakit

JK: Makin Banyak Air Anda Sehat, Banyak Merokok Makin Sakit

Ferdinan - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 12:16 WIB
JK: Makin Banyak Air Anda Sehat, Banyak Merokok Makin Sakit
Foto: Wapres JK saat berpidato (Yudhistira Amran Saleh/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketersediaan air bersih. Kebutuhan pasokan air harus dipenuhi untuk kualitas hidup yang baik.

"Kita bersyukur bahwa kita Indonesia ini masih banyak (lahan) yang hijau walaupun juga (semakin) berkurang. Ada 50 juta hutan yang berkurang selama hampir 50 tahun, sehingga pastilah sumber air itu pada akhirnya berkurang dibanding sebelumnya pada saat kebutuhan air kita meningkat," ujar JK dalam sambutannya saat meresmikan Pembukaan Indonesia Water and Waste Water Expo and Forum (IWWEF) Tahun 2016 di Jakarta Convention Center, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Air menurut JK sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Tanpa pasokan air yang mencukupi, maka kesehatan orang akan terganggu. Karena itu, air harus dikelola dan digunakan dengan baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi apabila kita memberikan air yang bersih dan cukup untuk masyarakat, saya yakin biaya kesehatan akan menurun. Diare akan berkurang, anak-anak sakit akan berkurang kalau kita mempunyai air yang cukup," ujarnya.

Karena itu, JK mengajak masyarakat memperioritaskan kebutuhan air di rumah tangga dibandingkan menghabiskan uang untuk hal yang konsumtif seperti membeli rokok. Banyak orang harus disadarkan soal rokok yang membahayakan kesehatan.

"Padahal makin banyak air anda makin sehat. Sedangkan makin banyak merokok Anda makin sakit. Jadi tinggal dibandingkan rokok dengan air saja. Karena itu apabila semua air ditingkatkan kualitasnya tentu dengan biaya lebih mahal sedikit tentu pasti akan lebih menyehatkan bangsa ini," imbuh dia.

JK memaparkan kondisi yang timpang soal pasokan air di masyarakat. Bagi pelanggan PDAM, per rumah tangga rata-rata menghabiskan Rp 25 ribu-35 ribu untuk memenuhi kebutuhan air setiap harinya. Namun banyak juga masyarakat yang masih harus membeli air secara eceran dengan harga yang lebih mahal.

"Tapi yang membeli kalengan bisa membelinya satu kaleng Rp 40 ribu. Jadi kita harus segera membantu beban keuangan masyarakat berkurang. Jadi kesehatannya, beban ekonominya, kelancarannya, kecepatannya dan sebagainya," katanya.

Untuk itu pemerintah ditegaskan JK mematok target pemasangan instalansi sambungan air PDAM sebanyak 10 juta rumah tangga hingga tahun 2019. Ketersediaan pasokan air dengan harga yang terjangkau akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Karena itulah pemerintah melalui Menteri PUPR, Mendagri dan juga pimpinan PDAM haruslah berusaha keras untuk mencapai jumlah yang dibutuhkan itu. Biaya yang dibutuhkan hanya Rp 70 triliun, artinya hanya 8 persen dari pembangunan listrik 35 ribu MW padahal kebutuhan hampir sama," ujarnya. (fdn/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads