Antisipasi Bullying, Polisi Tingkatkan Sambangi Sekolah di SMP hingga SMA

Antisipasi Bullying, Polisi Tingkatkan Sambangi Sekolah di SMP hingga SMA

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 11:53 WIB
Antisipasi Bullying, Polisi Tingkatkan Sambangi Sekolah di SMP hingga SMA
Foto: Foto: Dok. Polsek Setiabudi
Jakarta - Polisi Masuk Sekolah (Polmakol). Itulah program yang digalakkan kepolisian guna menekan kriminalitas di kalanan pelajar termasuk aksi bullying di sekolah tingkat SMP hingga SMA.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2015.ย  SMA 3 termasuk salah satu sekolah yang mendapat kunjungan dari aparat polisi dalam kegiatan tersebut menyusul beredarkan video yang tersebar menunjukkan perilaku siswi Kelas 3 membully junior-juniornya.

"Kegiatan Polmakol ini masih berjalan dan akan terus kita lakukan, terutama di tingkat SMP dan SMA. Sebab, di usia tersebut, para pelajar ini masih labil-labilnha sehingga perlu ada bimbingan agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif," jelas Kapolsek Setiabudi AKBP Tri Yulianto kepada detikcom, Selasa (3/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain SMA 3, sekolah lainnya yang mendapat kunjungan polisi dalam program Polmakol ini di antaranya Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 57 dan SMP-SMK Trisula Perwari 1.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk menyapa dan berkomunikasi dengan para pelajar sehingga diharapkan para pelajar mau memberikan informasi bila terjadi tindakan kriminal di lingkungan sekolah atau teman-temannya.

Dalam kegiatan Polmakol ini, perwakilan dari Polsek Setiabudi menyampaikan imbauan-imbauan kepada para pelajar terkait bahaya narkotika, tawuran, termasuk bullying yangย  terjadi di lingkungan pendidikan.

"Kami juga memberikan imbauan soal tertib berlalu lintas, kenakalan remaja dan wawasan kebangsaan," imbuhnya.
Polisi memberi imbauan tentang tertib berlalu lintas, kenakalan remaja hingga wawasan kebangsaan (Foto: Dok Polsek Setiabudi)


Salah satu tujuan dari program Polmakol ini, selain untuk lebih mendekatkan diri antara polisi dengan pelajar, juga untuk menekan tingkat kriminalitas yang terjadi di kalangan pelajar.

"Termasuk masalah tawuran antarpelajar di wilayah Setiabudi juga menjadi fokus kami dalam upaya menghilangkan budaya negatif tersebut," lanjutnya.

Kendati upaya keras polisi menekan hal-hal negatif tersebut, tapi kenyataannya tindakan bullying masih terjadi. Meski begitu, Tri mengatakan pihaknya tidak akan berhenti berupaya.

"Kami tidak akan berhenti untuk berupaya, tapi kita terus dekati anak-anak sekolah salah satunya dengan Polmakol ini, agar tidak ada jarak, tidak takut kepada polisi dan tidak takut untuk memberikan informasi jika terjadi kriminalitas di lingkungan sekolah atau teman-temannya," pungkasnya. (mei/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads