Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana akan menggusur ratusan warga di Kolong Tol Ancol. Waktu penggusuran belum diketahui.
Detikcom mendatangi Kolong Tol Ancol, Selasa (3/5/2016). Di lokasi, penuh dengan karung-karung berisi kayu dan kardus-kardus yang sudah dilipat. Ada juga besi-besi yang diletakkan di pinggir.
Kondisi kotor dan kumuh (Fida/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga yang menghuni kolong tol tersebut mengaku sudah mendapat surat pemberitahuan penggusuran. Sahril (66) salah satunya. Namun penjual kopi di kolong tol tersebut belum tahu akan pindah ke mana usai digusur.
Berbeda dengan Sahril, Endah (60) pendatang dari Karawang, berniat pindah ke rusun bila dikasih Ahok. Endah yang sehari-hari berjualan bakso keliling ini memiliki KTP DKI.
"Terakhir akan digusur 2007 dan ada pemberitahuan dari kelurahan agar segera kosongkan rumah tapi belum ada tindak lanjutnya," kata Endah yang mengontrak di kolong tol Rp 400 ribu sebulan.
Warga akan direlokasi ke rusun (Fida/detikcom) |
Haji Daeng Marhen, Ketua RT 13, mengaku sudah diingatkan pihak kelurahan untuk mengosongkan rumahnya dan rumah warga lainnya. Meski demikian, Marhen mengaku belum mendapat surat resmi dari kelurahan tentang penggusuran itu.
"Sampai saat ini belum ada tindakan nyata (untuk penggusuran), cuma omong-omongan saja," kata Marhen.
Tri (50), warga yang berasal dari Purworejo menyebutkan, pada tahun lalu PLN pernah mencabut listrik warga. Namun akhirnya warga berinisiatif memasang lagi karena penggusuran belum juga dilakukan.
"Kita kumpulkan KK dan KTP untuk pasang listrik lagi. Karena Pak Lurah nggak mau masang, akhirnya warga inisiatif pasang sendiri," tutur Tri.
Sebelumnya, Ahok memberikan tugas pada Rustam Effendi saat menjabat Wali Kota Jakarta Utara untuk menertibkan Kolong Tol Ancol. Rencananya Kolong Tol Ancol akan diubah untuk normalisasi dan sodetan. (nwy/trw)












































Kondisi kotor dan kumuh (Fida/detikcom)
Warga akan direlokasi ke rusun (Fida/detikcom)