Warga Rawa Badak Masih Datang ke Rumah Onah untuk Minta Air Panas

Warga Rawa Badak Masih Datang ke Rumah Onah untuk Minta Air Panas

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 11:53 WIB
Warga Rawa Badak Masih Datang ke Rumah Onah untuk Minta Air Panas
Air panas di rumah Onah/ Foto: Yulida/detikcom
Jakarta - Warga Rawa Badak Utara hadir bergantian ke rumah Onah yang muncul air panas di bawah tanahnya di Koja, Jakarta Utara. Sebagian warga yang datang ada yang meminta air di botol.

"Saya ke sini untuk minta air dari lubang itu, untuk obat saja nanti dibasuhkan," ujar salah seorang warga di rumah Onah, Gang M, Jl Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara, Selasa (3/5/2016).

Beberapa warga datang bergantian selain membawa botol, ada juga yang tak segan-segan langsung membasuhkan air itu ke tubuh warga. Salah satunya Yeni yang tinggal di sekitar tempat tinggal Onah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sengaja ke sini, nyari-nyari alamatnya. Saya punya penyakit dari kemarin tidak enak rasanya, ya mudah-mudahan cageur (sehat)," ujar Yeni.

Onah sendiri kebingungan dengan warga yang hadir lalu lalang di rumahnya. Ia sudah tinggal sejak tahun 1973, ia tidak tahu ada air panas di rumahnya, termasuk dampak dari air panas di rumahnya.

"Saya tidak tahu pada ke sini minta air, tidak tahu juga dampaknya airnya apa. Kemarin ada juga warga kemarin yang membawa telur direbus katanya matang dimasukan ke situ, saya silaturahmi saja lah lillahi taala," imbuh Onah.

Kini air di lubah bawah lantai rumah Onah sudah tidak terlalu panas lagi. Alat ukur yang menancap di lubang tersebut menunjukan angka 40 derajat celcius, tetapi setelah disentuh suhu dipermukaan itu normal.

Onah menyebut kemarin sampel air di lubang di bawah lantai itu sudah diambil untuk diteliti "Kemarin diambil sampel diliti apakah itu beracun atau tidak," kata Onah.

Dinas Perindustrian dan Energi DKI telah menganalisa hal itu disebabkan ada retakan-retakan di bawah tanah akibat adanya gaya teknik. Kadis Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono menuebut menyebut kemungkinan karena ada arus listrik yang bocor.

"Analisa kejadian di lantai panas rumah warga yang bersangkutan diperkirakan adanya arus listrik bocor dari kabel listrik lama di bawah lantai (rumah beberapa kali diurug). Arus (+) dan (-) terhubung oleh air permukaan tanah (di bawah lantai keramik), sehingga air panas, tanah panas dan lantai keramik di atasnya ikut panas," ujar Kadis Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono pada Senin (2/5/2016). (rvk/rvk)


Berita Terkait