Menurut politikus senior Golkar Hajriyanto Y Thohari, menjual kedekatan dengan Pemerintah bisa efektif menarik pemilih. Kader-kader daerah Golkar, menurut Hajri, menginginkan caketum yang bisa membawa Golkar mendekat ke Pemerintah.
"Selalu laku di mata DPD I, DPD II, sampai ormas sayap. Sisi kekuasaan ini masih sangat disegani," ujar Hajriyanto saat dihubungi, Selasa (3/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hajriyanto Y Thohari (Agung Pambudhy/detikcom) |
Menurut Hajri, kedekatan dengan Pemerintah sudah identik dengan Golkar. Kekuasaan dan kekayaan materi, masih menurut Hajri, ibarat dua wajah yang tak bisa dipisahkan dari Golkar.
Dia menilai 'jualan' merapat ke pemerintah bakal laku selama pemilik suara masih silau dengan kekuasaan.
"Akan bermakna, ada hasilnya. Kalau kekuasaan itu tak membuat silau ya cara kampanye tak akan laku. Lihat nanti bagaimana, tapi, selama ini ya kekuasaan selalu laku," tutur Ketua Tim Pengarah Timses Caketum Priyo Budi Santoso itu.
Terkait sisi kekayaan materi, dia mengapresiasi kebijakan panitia Munaslub Golkar yang membuat aturan tegas tentang sanksi bagi caketum yang bermain politik uang. Begitupun timses caketum yang terlibat dalam politik uang.
Ancaman sanksi yang diberikan antara lain diskualifikasi bagi caketum yang bermain politik uang. Sementara, kader atau timses yang menyuap akan disanksi tak diakomodir dalam kepengurusan lima tahun ke depan.
"Itu bagus. Saya dukung. Tapi, jangan hanya konsep di mulut. Jangan hanya di kertas tulis. Kalau cuma tulisan kertas, dan enggak sungguh-sungguh ya percuma," ujarnya. (hty/tor)












































Hajriyanto Y Thohari (Agung Pambudhy/detikcom)