Saat Para Caketum Golkar 'Jualan' Jokowi

Saat Para Caketum Golkar 'Jualan' Jokowi

Ahmad Toriq - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 09:58 WIB
Saat Para Caketum Golkar Jualan Jokowi
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Gairah munaslub Golkar mulai terasa. 10 Caketum siap berlomba merebut kursi Golkar-1. Menariknya, para caketum ini 'menjual' komitmen mendukung Presiden Jokowi.

Sejauh ini, ada 10 tokoh Golkar yang siap merebut posisi ketum menggantikan Aburizal Bakrie. Mereka adalah Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Syahrul Yasin Limpo, Indra Bambang Utoyo, Tommy Soeharto, Wati Amir, dan Aziz Syamsuddin. Idrus Marham yang sempat menyatakan niat maju jadi caketum Golkar memilih mundur.

Sebagian caketum, meski belum dalam forum resmi, sudah menyampaikan visinya. Menariknya, garis besarnya sama, mereka ingin membawa Golkar bekerja sama penuh dengan Pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Insya Allah kalau saya terpilih yang pertama saya lakukan, kita bekerjasama penuh dengan pemerintah Jokowi-JK," kata Novanto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016).

Ade Komarudin punya visi serupa. Dia memastikan akan membawa partai berlambang pohon beringin itu mendukung Pemerintah jika terpilih jadi ketum.

"Pokoknya kita partai ini secara ideologis karya dengan kekaryaan. Partai ini dilahirkan tidak untuk melawan pemerintahan tetapi untuk mengelola pemerintahan," kata Ade di tempat yang sama dengan Novanto.

Caketum lain juga punya visi serupa. Priyo Budi Sanntoso juga menyatakan akan membawa Golkar mendekat ke Pemerintah tanpa ragu-ragu.

"Kalau saya diberi mandat, saya akan menyatukan kembali partai Golkar dan saya tidak ragu-ragu membawa partai Golkar kerja sama dengan pemerintah," ucap Priyo.

Aziz Syamsuddin menyatakan hal serupa. Menurut dia, mendukung Pemerintah sudah menjadi keputusan partai, dan caketum selanjutnya tinggal melanjutkan.

"Sudah menjadi keputusan partai tentu saya akan melanjutkan dan meningkatkan. Komitmen saya memastikan Golkar mendukung pemerintahan Jokowi-JK," ujar Aziz.

Sebagian caketum lain punya visi serupa. Salah satunya Mahyudin, yang sudah jauh-jauh hari menyatakan partainya harus mendukung Pemerintah.

Kor senada para caketum Golkar ini tentu menarik, menggambarkan kondisi partai yang sudah berbalik arah sepenuhnya mendukung Pemerintah. Pernyataan para caketum menggambarkan tak ada lagi sisa-sisa perlawanan yang pernah ditunjukkan ketika Golkar masih jadi patron Koalisi Merah Putih (KMP).

Nama Pemerintah, atau Presiden Jokowi, jadi 'komoditi' yang diyakini mampu menarik pemilih di munaslub Golkar. Isu-isu pun dihembuskan, bahwa Presiden mendukung salah satu caketum yang akan berlaga, namun belum ada pembuktiannya.

Akankah strategi 'jualan' Jokowi berhasil menggaet pemilih di munaslub Golkar? (tor/try)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads