Pemilik Sate Padang 'Ajo Ramon' Tutup Usia

Bisma Alief - detikNews
Selasa, 03 Mei 2016 00:29 WIB
Rumah Ajo Ramon (Foto: Bisma Alief/detikcom)
Jakarta - Pemilik restoran sate padang yang sudah tenar di Pasar Santa, 'Ajo Ramon', yakni Ramon Tanjung mengembuskan nafas terakhirnya tadi pagi di Rumah Sakit Angkatan Laut Dr Mintohardjo pada umur 57 tahun. Almarhum meninggal setelah mengalami demam berdarah, batu ginjal dan pendarahan di lambung.

Menurut salah satu anak almarhum, Supriadi (27), sudah seminggu terakhir almarhum dirawat akibat penyakit yang dideritanya. Bahkan pada Senin dini hari almarhum sudah memberi isyarat kenapa anak-anaknya akan meninggal dunia.

"Pas malam sudah keliatan lemas banget Bapak. Sekitar jam 15.00 WIB beliau bilang ke anak-anaknya sudah enggak kuat. Terakhir Bapak minta salat berdiri tapi kita enggak perbolehkan karena kondisi sudah enggak memungkinkan," ujar Supriadi saat ditemui di rumah duka, Jalan Tegal Parang Selatan Gang BB, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).

Rumah Ramon Tanjung berada di ujung gang seukuran sekitar satu setengah meter. Rumahnya mempunyai dua lantai. Di dalam rumah pada malam hari ini, berkumpul sekitar sepuluh orang koleganya.

Sebelum meninggal, almarhum berpesan kepada anak-anaknya untuk selalu akur dan terus melanjutkan usaha sate padang yang sudah dirintisnya. Jenazah Ramon Tanjung sendiri sudah dikebumikan tadi sore setelah salat Ashar di depan Masjid Istiqomah yang tidak jauh dari rumah.

Sate padang 'Ajo Ramon' sendiri awalnya hanya memiliki satu cabang yaitu di Pasar Santa. Namun saat ini sudah memiliki delapan cabang yang tersebar di beberapa wilayah seperti Kalibata, Kelapa Gading, dan Bekasi. Tak heran banyak orang penting yang sering mengunjungi sate padang tersebut.

"Pak Agum Gumelar, Agung Laksono, Akbar Tanjung, Menteri Perdagangan Tom Lembong sering makan di tempat Bapak. Bahkan Bapak pernah diajak ke rumah Pak Akbar Tandjung," katanya.

Ramon Tanjung meninggalkan seorang istri bernama Ernawati (54) dan 6 orang anak, 3 laki-laki dan 3 perempuan. "Minta doanya semoga Bapak diterima disisi Allah. Kalau bapak ada salah mohon dibukakan pintu maaf buat bapak," tutup Supriadi

(dnu/dnu)