Deplu: RI Tak Perlu Bantuan Asing untuk Jaga Selat Malaka
Jumat, 18 Mar 2005 13:31 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia sejauh ini merasa tidak memerlukan negara asing untuk ikut serta dalam patroli di Selat Malaka. Hal ini terkait dengan rencana pemberian kapal patroli dari pemerintah Jepang untuk mengamankan perairan di kawasan tersebut.Namun, apabila pemberian kapal patroli itu dalam konteks sebagai bantuan, maka pemerintah Indonesia tetap akan terbuka.Demikian dikatakan Jubir Deplu Yuri Thamrin dalam media briefing di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta, Jumat, (18/3/2005)."Posisi kita sangat tegas mengenai Selat Malaka. Ini merupakan strait international for international navigation. Jadi kalau kita tinjau unclose tahun 1982, pengamanan merupakan tanggung jawab negara pantai," katanya.Menurut dia, atas dasar itu Indonesia tidak melihat perlunya peranan asing untuk pengamanan di Selat Malaka, dan sampai saat ini pun pemerintah RI belum dapat tawaran resmi mengenai pemberian kapal patroli dari pemerintah Jepang."Sumbangan kapal sampai saat ini belum kita terima dan juga belum ada tawaran resmi mengenai hal itu. Namun jika benar kapal itu akan diserahkan pada kita tetapi bukan untuk patroli, maka itu masih dalam capacity building, masih bisa diterima," ujarnya.
(umi/)











































