Kedatangan TGH, sapaan akrab Tuan Guru Haji M Zainul Majdi, disambut oleh Kepala SLBN Pembina Sungkono, Senin (2/5/2016). Di sana, TGH mengajak anak-anak SLBN yang rata-rata berusia 6-10 tahun untuk membaca hingga mengaji.
"Kepada orang tua siswa, bersabar dan tetap merasa bangga dengan anak-anaknya. Mengingat keberadaan anak yang berkebutuhan khusus tersebut menjadi ladang pahala," kata TGH kepada orang tua murid di SLBN Pembina, Jalan Adi Sucipto, Ampenan, Kota Mataram, NTB, Senin (2/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari pancaran wajah lugu anak-anak SLBN, mereka sangat senang menyambut kedatangan orang nomor satu di NTB. TGH sesekali mengajak anak-anak untuk bercanda dan bersenda gurau.
"Saya bangga dengan kalian anak-anakku. Tetaplah rajin belajar dan yakinlah suatu saat kalian akan meraih prestasi hebat," ucap TGH.
TGH kemudian mengajarkan anak-anak SLBN untuk menulis dan berhitung. Salah satu anak SLBN pun terlihat bersemangat saat diajari berhitung dan menulis oleh TGH.
Foto: Yudhistira AS/detikcom |
Dalam kesempatan ini, TGH berpesan kepada para guru SLBN agar tetap meningkatkan kesabaran saat mengajar anak didiknya. "Memang mereka ini anak-anak istimewa, berkebutuhan khusus. Kita harus lebih sabar, harus lebih menyayangi. Insya Allah semua akan menjadi anak-anak hebat," tutup TGH.
Sementara Kepala SLBN Sungkono mengatakan, pihaknya selalu memberikan motivasi kepada anak-anak untuk tetap semangat dalam belajar. "Kami kan mengajarkan keterampilan seperti membuat roti lalu anyaman. Walau ada keterbatasan mereka tidak boleh kalah dengan keterbatasan itu," kata Sungkono.
"Alhamdulillah beberapa kali juga murid-murid di sini ada yang pernah mengikuti lomba dan juara. Dengan kehadiran Pak Gubernur di sini saya sangat senang dan sangat mengapresiasi," lanjutnya.
Sungkono mengharapkan bahwa pendidikan di Indonesia tidak memandang kelebihan dan kekurangan para siswanya. Karena ilmu untuk semua orang.
"Saat ini saya memandang banyak orang-orang yang kurang mampu dan juga punya keterbatasan kadang ada yang minim dalam menerima pendidikan. Pendidikan hanya untuk yang bisa dan mampu. Padahal saya rasa hak itu tidak demikian. Semua mempunyai hak. Saya juga menyambut baik dengan adanya program sekolah dari Pak Anies Baswedan," ucap Sungkono.
Saat ini ada sekitar 134 anak didik yang belajar di SLBN Mataram. SLBN Mataram berdiri pada tanggal 25 Februari 2005. (yds/trw)












































Foto: Yudhistira AS/detikcom