Akhir Maret lalu, penyanderaan dilakukan. Hingga akhirnya datang permintaan tebusan 50 juta peso. Apakah uang tebusan itu dipenuhi hingga akhirnya 10 WNI dibebaskan?
"Awalnya dia minta 50 juta peso, tapi dengan diplomasi yang baik semua ini bisa terlaksana," jelas Komisaris PT Patria Maritim Lines Loudy Irwanto Ellias, Senin (2/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya nggak bisa komen masalah itu ya, masih ada PR lanjutan kita," sambung dia. Beberapa kali pihak Abu Sayyaf berkomunikasi dengan PT Patria.
PR lanjutan ini terkait 4 WNI yang masih disandera. 4 WNI ini di kapal yang berbeda dan kabarnya disandera oleh faksi lain. Pemerintah Indonesia sudah menegaskan, tidak ada pembayaran tebusan.
Sementara itu terkait jalur pelayaran untuk sementara tak akan dipergunakan, selain soal keamanan, jalur laut RI-Filipina juga ditutup.
"Sementara kini kita tidak lewat jalur yang sama, pemerintah kan juga sudah menutup, tidak bisa melewati itu untuk sementara. Susah kalau mau ke Filipina lewat jalur lain susah," jelas dia.
"Saya rasa kami lebih mengutamakan keselamatan daripada bisnis," tutup dia. (dra/dra)











































