AirNav Indonesia melalui humasnya, Yohanes Sirait, menjelaskan tahapan insiden yang melibatkan pesawat Boeing 737-900 ER dan Airbus 330 milik Lion itu:
(Baca juga: Dua Pesawat Lion Air Senggolan Saat Hendak Terbang di Cengkareng)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Satu menit berselang, Airbus minta pushback dari K 13, ATC memberikan clearance (izin) untuk pushback.
- Boeing minta untuk taxi clearance.
"Karena di ground masih banyak traffic, ATC melakukan konfirmasi, bisa taxi di apron yang SCX 2. Karena keadaan posisi bukan runway namun masih di apron, ATC tanya sama pilot bisa nggak (taxi di SCX 2), pilot konfirm bisa. Karena di posisi itu pilot lebih tahu posisi di sampingnya tanpa pakai binokular," jelas Yohanes yang dihubungi detikcom, Senin (2/5/2016).
- ATC mengizinkan Boeing untuk taxi clearance
- 5 menit setelah Boeing diizinkan taxi, pilot Boeing meminta izin kembali ke apron karena merasa ada senggolan di wing tip (sayap pesawat) sebelah kanan
- ATC mengizinkan Boeing kembali ke apron.
"Ketika itu (senggolan) terjadi, semua proses konfirmasi ATC dan pilot dilakukan, terekam. Dari sisi komunikasi yang kami dapatkan semua berjalan baik antara pilot dan ATC," jelas Yohanes. (nwk/nrl)











































