Operator Kapal Kontak dengan Abu Sayyaf Soal 10 WNI, No Comment Soal Uang Tebusan

Operator Kapal Kontak dengan Abu Sayyaf Soal 10 WNI, No Comment Soal Uang Tebusan

Wisnu Prasetyo, - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 16:28 WIB
Operator Kapal Kontak dengan Abu Sayyaf Soal 10 WNI, No Comment Soal Uang Tebusan
Foto: Ari Saputra
Jakarta - PT Patria Maritim Lines, operator Kapal Brahma 12 sekaligus tempat 10 WNI awak kapal bekerja mengaku menjalin kontak dengan kelompok Abu Sayyaf. Beberapa kali kontak dilakukan dengan Abu Sayyaf sekedar memastikan kalau 10 WNI sehat.

"Sudah beberapa kali, setiap hari sehari dua kali Abu Sayyaf kontak saya, kita dikasih kesempatan untuk berbicara. Mereka cukup baik memperlakukan semua," jelas Komisaris PT Patria Maritim Lines Loudy Irwanto Ellias, Senin (2/5/2016).

PT Patria merupakan operator kapal yang menyewa dari Brahma International. Loudy menyampaikan, perusahaannya membentuk tim dan berkoordinasi dengan tim yang dibentuk pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok kita bikin 1 tim satu sama lain. Sempat kontak, kita buat 1 tim karena tidak mungkin hanya 1 orang masalah ini bisa teratasi," urai dia.



"Kita termasuk berkomunikasi untuk menjamin keselamatan dari kru itu tujuan kami untuk konteks. Visi kita sama, visi kita yang sama itu yang membuat kita jadi tim yang solid karena kita berfokus pada keselamatan. Jadi setiap kali kita kontak bagaimana kita tanya, setiap kali dikontak kita masih bertanya bagaimana keselamatan orang kami. Jadi semua orang kami dalam keadaan yang sangat baik," urai dia.

Lalu bagaimana dengan uang tebusan?

"Saya no comment masalah itu ya, setahu saya sejauh ini nggak ada apa-apa," sambung dia.

"Masih ada PR lanjutan, masih ada 4 orang yang belum terbebaskan, itu kan warga orang Indonesia meskipun bukan dari orang kami. Jadi atas nama kemanusiaan mustinya itu kita bantu. Itu tugas dari Kementerian Luar Negeri," tegas dia. (dra/dra)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini