"Sudah beberapa kali, setiap hari sehari dua kali Abu Sayyaf kontak saya, kita dikasih kesempatan untuk berbicara. Mereka cukup baik memperlakukan semua," jelas Komisaris PT Patria Maritim Lines Loudy Irwanto Ellias, Senin (2/5/2016).
PT Patria merupakan operator kapal yang menyewa dari Brahma International. Loudy menyampaikan, perusahaannya membentuk tim dan berkoordinasi dengan tim yang dibentuk pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita termasuk berkomunikasi untuk menjamin keselamatan dari kru itu tujuan kami untuk konteks. Visi kita sama, visi kita yang sama itu yang membuat kita jadi tim yang solid karena kita berfokus pada keselamatan. Jadi setiap kali kita kontak bagaimana kita tanya, setiap kali dikontak kita masih bertanya bagaimana keselamatan orang kami. Jadi semua orang kami dalam keadaan yang sangat baik," urai dia.
Lalu bagaimana dengan uang tebusan?
"Saya no comment masalah itu ya, setahu saya sejauh ini nggak ada apa-apa," sambung dia.
"Masih ada PR lanjutan, masih ada 4 orang yang belum terbebaskan, itu kan warga orang Indonesia meskipun bukan dari orang kami. Jadi atas nama kemanusiaan mustinya itu kita bantu. Itu tugas dari Kementerian Luar Negeri," tegas dia. (dra/dra)










































