Di ruang khusus simulator, terhitung ada 7 unit simulator dengan 3 jenis simulator. Seperti 3 unit Redbird FMX 1000, 3 unit Redbird TD II dan 1 unit jenis Frasca 1. Usai menempuh pendidikan ground school, setiap taruna diwajibkan menjajal masing-masing simulator ini sesuai dengan fase belajarnya. Tahap pertama, taruna memakai simulator Redbird TD II. Ini sebagai sarana praktik terbang simulator sebelum taruna melakukan praktek terbang di simulator FMX 1000. Setiap kali praktik taruna tentu harus didampingi oleh instruktur profesional.
"Mereka menginjak simulator rata-rata di bulan ke 3 ketika selesai ground school. Awalnya Redbird TD II baru Redbird FMX 1000. Simulator wajib sebagai tahap awal dianjurkan penyesuaian sebelum terbang," ujar Chief Simulator, Untung Lestari Nur Wibowo ketika ditemui detikcom di ruang simulator BP3B, Senin (2/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Putri Akmal/detikcom |
Detikcom diberi kesempatan untuk menjajal Redbird FMX 1000, simulator penerbangan yang paling modern dengan teknologi full motion tersebut. Didampingi oleh salah satu instruktur pilot BP3B, Eka Hari, detikcom masuk ke ruangan simulator berwarna putih yang ruangannya tak lebih dari 1,5 x 1,5 meter itu.
Dengan telaten Eka memberi penjelasan satu-persatu tentang perangkat dan tombol-tombol yang berjejer, seperti menerangkan visualization display. Eka juga dengan teliti menjelaskan SOP menyalakan mesin pesawat. Dia bercerita jika, biasanya masing-masing taruna diberi waktu 1 jam untuk berlatih di ruang simulator.
Foto: Putri Akmal/detikcom |
Di dalam mesin simulator ini, instruktur diperbolehkan menyesuaikan program seperti memilih bandara yang ingin dilandasi dan kondisi cuaca yang diinginkan. Biasanya calon taruna diajak untuk terbang di atas ketinggian 3000 kaki dan menjajal semua jenis cuaca. Mulai cuaca tenang, hujan, badai hingga salju.
Semua hasil latihan taruna di simulator terekam dalam sistem dan menjadi catatan di simulator log book. Simulator ini juga menggantikan porsi jam terbang menggunakan pesawat asli. Selain mendampingi taruna, instruktur juga ikut berperan memberikan motivasi serta melatih mental dan kepercayaan diri taruna saat berlatih.
Foto: Putri Akmal/detikcom |
"Sebelum dan sesudah terbang ada brief. Ini semua di record dan di print out, hasilnya untuk dokumentasi di simulator log book. Semua sesuai prosedur ini juga untuk melatih mental dan kepedean taruna membawa pesawatnya sendiri. Dan instruktur hanya mendampingi calon penerbang," jelas Eka sambil mendampingi detikcom menyelesaikan tahap simulator.
Meski simulator Redbird FMX 1000 ini tidak bisa terbang, tapi simulator ini mampu melakukan manuver, seperti yawing, pitching dan rolling layaknya mengoperasikan pesawat asli. Sistem hidrolik yang sudah terpasang di Redbird FMX 1000 di desain sedemikian rupa sehingga calon pilot ikut terpacu adrenalinnya. Dan jangan heran jika menjajal simulator ini kita merasakan tegang, pusing atau bahkan mual. Eka mengatakan, semua latihan simulator harus dilakukan dengan teliti, lantaran jika taruna telah masuki tahap terbang pesawat maka pilot dituntut sempurna dan tidak ada lagi toleransi dalam pengoperasian.
"Tantangan taruna adalah pada take off seperti pertaruhan nyawanya jika dibanding landing. Ya.. The sky is vast, but there is no room for error (Langit sangat luas, tetapi tidak ada ruang untuk kesalahan)," pungkas Eka. (trw/trw)











































Foto: Putri Akmal/detikcom
Foto: Putri Akmal/detikcom
Foto: Putri Akmal/detikcom