"Saya juga pelakunya tidak tahu namanya dan tidak tahu yang mana orangnya tapi kalau kata anak saya, itu tukang es yang biasa jualan di sini cuma sekarang orangnya tidak pernah kelihatan lagi," ujar ibu korban kepada detikcom, Senin (2/5/2016).
Peristiwa itu diketahui sang ibu pada Selasa (19/4) lalu. Saat itu, korban mengeluhkan sakit pada anusnya kepada ibunya. "Terus saya tanya, sakit kenapa, dia bilang dicolok-colok sama tukang es," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma kata dua anak tetangga saya ini, mereka cuma dipelorotin saja celananya, enggak sampai diapa-apain," lanjutnya.
Menurut cerita sang anak juga, kedua temannya itu tidak melihat ketika korban dicabuli. "Mereka mau lihat tapi ditabok pipinya, enggak keras sih namparnya, cuma biar enggak melihat saja katanya," tambahnya.
Kepada sang ibu, korban mengatakan dirinya dicabuli di sebuah lapangan terbuka, di dekat rumah korban. Korban dan kedua temannya itu diiming-imingi uang Rp 2 ribu dan sepotong es krim.
"Lalu saya minta sama anak saya kalau orangnya lewat, tunjukkin, eh orangnya enggak pernah lewat-lewat lagi," tuturnya.
Atas hal itu, ibu korban pun melapor ke Polda Metro Jaya dengan laporan bernomor LP/1915/IV/PMJ/Ditreskrimum. Korban juga telah divisum di RS Cipto Mangunkusumo, Jakpus sebelum laporannya diterima.
"Sudah divisum, kata dokter ada benjolan di anusnya, tapi antara wasir atau bekas kejadian itu, enggak tahu deh. Tapi kata anak saya, sekarang pantatnya sudah tidak sakit lagi," pungkasnya. (mei/aan)










































