Cerita Haru Via dan Insan, Bocah 9 dan 13 Tahun yang Akhirnya Bisa Sekolah

Cerita Haru Via dan Insan, Bocah 9 dan 13 Tahun yang Akhirnya Bisa Sekolah

Aditya Mardiastuti - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 14:34 WIB
Cerita Haru Via dan Insan, Bocah 9 dan 13 Tahun yang Akhirnya Bisa Sekolah
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memberikan tas kepada Via dalam peringatan Hardiknas, Senin (2/5/2016). (Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom)
Banyuwangi - Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencanangkan Gerakan Pemerintah Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Kepala Sekolah SDN Sobo Banyuwangi, Sunaryo mengatakan meski baru di-launching, gerakan ini sudah berjalan.

"Kami temukan sekitar 1,5 bulan yang lalu dua anak ini pegang potlot (pensil) belum bisa. Mereka belum pernah mengenyam pendidikan sama sekali lalu kami ajarin baca tulis," jelas Sunaryo usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional, di Taman Blambangan, Banyuwangi, Senin (2/5/2016).

Dua anak yang dimaksud Sunaryo adalah Mochammad Choirul Insan (13) dan Siti Nur Alvia Aldina (9). Keduanya tinggal di lingkungan nelayan di Desa Wonosari, Kelurahan Sobo. Seharusnya, bocah seusai mereka sudah bersekolah, tapi nyatanya belum.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Via, panggilan akrab Siti Nur Alvia Aldina, mengaku senang bisa bersekolah. Dia tersenyum sambil memeluk erat tas sekolah ungu hadiah dari Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang diberikan ketika upacara berlangsung.

"Diajarin membaca. Dulu (sebelum sekolah) main di laut," jawab gadis manis itu sambil tersipu malu.

Baca juga: Di Banyuwangi Kini Ada Garda Ampuh, Tim Pemburu Anak-anak Putus Sekolah

Kepala Sekolah SDN Sobo Banyuwangi, Sunaryo, dan dua anak didik barunya (Foto: Aditya MD/detikcom)

Sementara Insan bercerita bila dia sekolah sejak pukul 07.00-08.00 WIB. Dia juga tampak senang dengan hadiah tas yang diterimanya. Insan bercerita bila kedua orangtuanya bekerja mencari udang dan remis di laut.

"Saya cita-cita jadi polisi," ujarnya mantap.

Sunaryo menambahkan keduanya saat ini masih belum mengikuti pembelajaran di kelas. Mereka masih dibimbing oleh guru pendamping.

"Sekarang mereka belum punya kelas masih kami bina di perpustakaan sekolah. Mereka ini tinggal di satu lingkungan. Via ini ikut simbahnya (nenek), orangtuanya nggak ngurusin dia kalau Insan sama orangtuanya," katanya.

Program Garda Ampuh ini diluncurkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai bagian dari UGD Kemiskinan. Dia ingin supaya di daerahnya tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan.

"Ini cara Banyuwangi mengentaskan masalah tanpa APBD. Ini juga sama tinggal kita target instrumen yang ada dan memotivasi. Ini kita rumuskan sampai malam, Garda Ampuh, supaya anak-anak kita ampuh melamar pekerjaan. Minimal target lulus SMA," katanya. (ams/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads