Menlu: Pembebasan 10 WNI Lewat Diplomasi Total dengan Kompleksitas Tinggi

Menlu: Pembebasan 10 WNI Lewat Diplomasi Total dengan Kompleksitas Tinggi

Ferdinan - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 13:37 WIB
Menlu: Pembebasan 10 WNI Lewat Diplomasi Total dengan Kompleksitas Tinggi
Menlu Serah Terima 10 WNI yang Telah Dibebaskan Kelompok Abu Sayyaf (Foto: Kartika Sari Tarigan/detikcom)
Jakarta - Menlu Retno LP Marsudi menyerahterimakan 10 WNI yang dibebaskan kelompok Abu Sayyaf kepada keluarga. Suasana haru menyelimuti penyerahan ini.
Β 
"Kemenlu mewakili pemerintah RI telah menyerahkan kesepuluh ABK WNI kepada pihak keluarga," ujar Menlu di Gedung Pancasila Kemlu, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016). Selain keluarga, hadir juga 10 WNI yang semuanya mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana gelap.

Menlu mengucapkan terimakasih kepada keluarga ABK yang telah sabar memberi ruang bagi pemerintah melakukan yang terbaik dalam proses pembebasan.

"Upaya pembebasan ini melalui proses yang sangat panjang. Situasi di lapangan sangat dinamis dengan tingkat kompleksitas sangat tinggi," kata Menlu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menlu menyebut, operasi pembebasan 10 ABK WNI pada Minggu (1/5/2016) sepenuhnya dipimpin pemerintah Indonesia. Seluruh WNI telah tiba dengan selamat pada hari yang sama pukul 23.30 WIB dan mereka telah menjalani pemeriksaan kesehatan di RSPAD Gatot Subroto.

"Laporan tim dokter RSPAD menyatakan kesehatan mereka dalam kondisi baik," ucap dia.



Menlu juga mengatakan, hak-hak ABK tersebut akan dipenuhi perusahaan. Perusahaan memastikan komitmen untuk memenuhi hak-hak ABK tersebut.

Menlu menambahkan, dia telah menjalin kontak dengan Filipina sejak 28 Maret lalu. Dia juga sudah bertamu ke Manila pada 1 April untuk bertemu dengan Presiden Filipina.

"Kunjungan dilakukan untuk mempertebal jejaring dengan banyak pihak. Dalam negeri komunikasi dilakukan dengan beberapa unsur. Semua tawaran tersebut kita tanggapi dengan baik karena kita yakin hal tersebut memberi kontribusi untuk pembebasan. Strategi yang ditekankan diplomasi total, diplomasi dipimpin pemerintah namun melibatkan semua unsur anak bangsa," tutur Menlu.

(nwy/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads