"Saya juga baru dengar. Sebentar ya coba saya cek dulu," ujar Kadis Perindustrian dan Energi DKI Yuli Hartono saat dikonfirmasi detikcom, Senin (2/5/2016).
Seperti diberitakan sebelumnya, air panas di rumah Onah tidak kunjung habis dalam lubang berukuran 30 cm. Air yang tidak berbau itu terus mengalir dan bila dipegang terasa panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar ini terus menyebar ke para tetangganya. Alhasil, beberapa warga mulai berdatangan ke rumah Onah untuk meminta air panas yang diyakini memiliki khasiat.
Salah satunya adalah Samsul Arifin yang meminta air untuk neneknya yang kakinya sakit. Air yang terlihat keruh karena bercampur tanah itu langsung diciduk dengan gayung. Ada juga Mirna (63) yang mengambil air itu untuk lutut dan lehernya.
"Banyak yang minta, buat obat katanya," terang Onah saat ditemui.
Onah mengaku ada yang menggunakan air itu untuk obat rematik, obat asam urat hingga membasuh orang yang kesurupan. "Katanya pada mendingan pakai air ini," sambungnya.
Hingga saat ini belum diketahui darimana asal muasal air panas tersebut. Rumah Onah berada di tengah pemukiman padat dan di sekelilingnya hanya ada rumah penduduk saja.
Pihak kelurahan sudah memanggil petugas PLN, tetapi dugaan air panas karena listrik terbantahkan. (aws/dra)











































