Mega Jemput Risma ke Jakarta? PDIP DKI: Mungkin Saja

Jelang Pilgub DKI

Mega Jemput Risma ke Jakarta? PDIP DKI: Mungkin Saja

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 02 Mei 2016 11:59 WIB
Mega Jemput Risma ke Jakarta? PDIP DKI: Mungkin Saja
Foto: Megawati dan Risma di Taman Harmoni (Imam Wahyudiyanta/detikcom)
Jakarta - Kemesraan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memantik spekulasi politik menjelang Pilgub DKI. Benarkah Mega sedang memberi sinyal bakal menjemput Risma ke Pilgub DKI?

Megawati mengunjungi Surabaya pada Minggu (1/5/2016) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Risma mengajak Megawati ke Taman Harmoni, Kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya. Keduanya melihat-lihat taman dengan suasana penuh keakraban. Di taman tesebut, keduanya bercengkerama sangat hangat. Mega mengapresiasi kinerja Risma yang sukses mengubah tempat sampah menjadi taman nan asri.

Yang membuat spekulasi Mega 'menjemput' Risma semakin kuat karena dalam kunjungan ini Mega tak sendirian. Ia didampingi anaknya, Prananda Prabowo, yang juga merupakan ketua situation room yang bertugas memonitor semua perkembangan isu terkini di PDIP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah sinyal kuat itu menjawab pertanyaan bahwa Megawati memang menjemput Risma ke Jakarta?

Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP DKI Gembong Warsono menuturkan meski saat ini tengah dilakukan penjaringan cagub DKI, namun keputusan akhir ada di tangah DPP khususnya Ketum Megawati Soekarnoputri. Karena itu sangat mungkin saat ini Mega tengah mencari cagub DKI potensial dari daerah.

"Memang pintu masuknya untuk calon kepala daerah ada tiga pintu yakni DPC, DPD, dan DPP. Jadi pintu DPD kan sekarang sedang kita kerjakan, apakah Bu Mega sedang mencari-cari itu kan beliau punya hak di DPP. Sesuai ketentuan memungkinkan menggali tokoh yang dinilai layak memimpin suatu daerah," kata Gembong.

Namun demikian DPD PDIP DKI berharap nantinya yang diusung ke Pilgub DKI adalah kombinasi hasil penjaringan dengan calon yang diusung oleh DPP PDIP.

"Harapan kita ada kombinasi. Jadi supaya apa yang kita lakukan di DKI dengan di DPP bisa ketemu kombinasinya," kata Gembong.

Penjaringan cagub DKI yang dilakukan PDIP DKI Jakarta saat ini sudah memasuki tahap verifikasi. Tak lama lagi sekitar 34 bakal cagub DKI yang mendaftar akan mengikuti psikotes. (van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads