Isu ini diembuskan oleh tim sukses caketum Ade Komarudin. Ketua DPR RI itu membuat kesepakatan soal penyelamatan Golkar dari tangan kotor yang ingin menghancurkan Golkar dengan Tommy Soeharto. Tak hanya membuat kesepakatan itu, keduanya juga sepakat membuang jauh praktik premanisme dalam pengelolaan Golkar.
"Keduanya bersepakat bahwa PG yang menjadi legacy dari HM Soeharto harus di kembalikan pada roh dan jati dirinya sebagai partai yang memiliki ideologi karya kekaryaan yang kuat, jauh dari praktik-praktik premanisme dan materialistik dalam kepengelolaannya," ujar Timses Akom, Bambang Soesatyo, memaparkan pertemuan Akom dan Tommy Soeharto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Roem menekankan bahwa yang terpenting adalah rekonsiliasi di munaslub. Dia pun tidak paham dengan siapa yang dimaksud memiliki tangan kotor itu.
"Tidak ada yang punya tangan kotor. Siapa dimaksud itu saya tidak mengerti," ujar Ketua BURT DPR itu.
Kini soal tangan kotor menjelang Munaslub Golkar jadi desas-desus di internal partai beringin. Siapa pemilik tangan kotor itu, masih misterius. Namun sejumlah sumber menyebut istilah tangan kotor itu erat kaitannya dengan penyelenggaraan Munas Golkar Bali yang berujung dualisme Golkar yang berkepanjangan dan baru akan dituntaskan di munaslub mendatang.
Lalu apakah tangan kotor ini masih cukup berarti penting di Munaslub Golkar Bali? (van/nrl)











































