detikNews
Minggu 01 Mei 2016, 17:51 WIB

Ini Penjelasan Kemlu RI tentang Kerusuhan Pekerja Bin Laden di Makkah

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Ini Penjelasan Kemlu RI tentang Kerusuhan Pekerja Bin Laden di Makkah Rusuh di Makkah/Foto: Gulnews/ Image Credit: Courtesy of Sabq
Makkah - Ribuan pekerja konstruksi Bin Laden Group mengamuk di kamp mereka di Makkah pada Sabtu malam. Di kamp tersebut terdapat 1.000 dari 6.000 WNI yang bekerja di Bin Laden.

Bagaimana kerusuhan itu bisa meletus dan bagaimana kondisiWNI saat ini, berikut penjelasan Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (1/5/2016):

Pada hari Sabtu, 30 April 2016 sekitar pukul 13.00 WS di kompleks akomodasi pekerja Bin Ladin di kawasan Iskan Fuq, Makkah, ribuan pekerja Bin Ladin yang berasal dari berbagai negara melakukan aksi pembakaran mobil petugas dan memaksa memasuki kantor pengelola. Kantor pengelola mengalami kerusakan berat dan belasan bus dibakar. Hingga pagi ini suasana masih mencekam di sekitar lokasi.

Aksi massa tersebut dipicu oleh tidak adanya distribusi logistik dan listrik sejak 30 April 2016. Para pekerja Bin Ladin juga menuntut kejelasan penyelesaian gaji dan pemulangan terhadap mereka yang terkena PHK sejak 4 bulan terakhir.

Di kompleks akomodasi tersebut juga terdapat sekitar 1.000 karyawan WNI. Selain itu dalam jumlah lebih besar juga terdapat karyawan yang berasal dari Mesir, Pakistan, Bangladesh dan lainnya.

KJRI Jeddah sejak beberapa bulan terakhir telah membantu menangani kasus WNI karyawan Bin Laden Group. Pada hari kejadian, staf KJRI Jeddah yang kebetulan sedang berada di lokasi langsung melakukan berbagai upaya untuk menenangkan dan memberikan pengertian kepada sekitar 1.000 TKI di kamp tersebut agar tidak terpicu aksi anarkis, sekaligus memberikan bantuan logistik.

Terkait: Dubes RI di Riyadh Temui Pekerja Binladin Group di Makkah yang Di-PHK

Dubes Maftuh bersama pekerja Bin Laden dalam suatu kesempatan/dok KBRI Riyadh


Kerusuhan telah dihentikan oleh kepolisian setempat. Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dan sesuai pantauan KJRI tidak ada TKI yang terlibat atau ditangkap aparat keamanan.

Menlu telah memerintahkan agar siang ini KJRI segera mensuplai dukungan logistik secara berkala yang pengirimannya dilakukan secara tepat dengan mempertimbangkan sensitivitas situasi di kamp dimaksud. Menlu juga memerintahkan agar KJRI melakukan upaya-upaya untuk memastikan karyawan WNI selamat dan tidak terpancing tindakan anarkis.

Kemlu dan KJRI Jeddah hingga saat ini masih terus melakukan komunikasi dengan tokoh/komunitas WNI di Makkah untuk membantu penanganan. Komunikasi juga dilakukan dengan kontak-kontak di antara karyawan WNI.

Diperkirakan terdapat sekitar  6.000 WNI bekerja sebagai karyawan perusahaan konstruksi terbesar di Arab Saudi, Bin Laden Group. Akibat kesulitan keuangan yang dihadapi setelah peristiwa jatuhnya crane pada musim haji lalu, ribuan karyawan di PHK, termasuk dari Indonesia.

Sejumlah hal telah dilakukan Pemerintah Indonesia guna membantu meminimalisir dampaknya terhadap karyawan WNI antara lain dengan melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Dalam Negeri serta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Arab Saudi, pertemuan dengan manajemen Bin Ladeen, kunjungan rutin dan pemberian bantuan logistik secara rutin, serta menugaskan Satgas Perlindungan WNI di masing-masing kota untuk terus membantu dan memantau para karyawan.

Saat ini KJRI sedang menjajaki bantuan pengacara untuk memastikan pemenuhan hak-hak WNI karyawan. Sementara itu KBRI Riyadh sejak awal telah menugaskan in house lawyer memberikan pendampingan serta nasihat hukum bagi mereka.


(nrl/nrl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed