"Saya dari kemarin selama reses konsolidasi keliling daerah. Diawali siangnya saya menghadiri LKAD, Latihan Kader Amanat Dasar di kantor DPW PAN Jateng di Semarang. Di situ saya menekankan kader itu harus bisa menjadi barometer pengaman organisatoris. Salah satunya sebagai kader tentunya harus loyal kepada partai, memiliki sense of party, pengurus boleh berganti tetapi partai tetap harus ada dan harus utuh. Sebagai seorang kader dia harus memiliki rasa memiliki, artinya pada saat partai melakukan kerja politik, kader tanpa diminta harus melaksanakan itu sebagai keikhlasan dan tanggung jawab kader mensukseskan partainya," kata Taufik kepada wartawan, Minggu (1/5/2016).
"Berikutnya kader harus memiliki militansi. Militansi itu artinya ya bagaimana faktor kecepatan bertindak tanpa diminta. Itu tentunya menjadi salah satu tantangan kader agar bisa berfungsi sebagai kader yang handal di partai yang tujuannya mendapat simpat masyarakat," terang Waketum PAN ini.
Di hari yang sama, Taufik juga mengikuti rapat pimpinan Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Tengah di Magelang. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, acara juga dihadiri oleh para pimpinan Pemuda Muhammadiyah se-Jawa Tengah.
"Kami diskusi panjang lebar soal isu-isu kebangsaan, juga diskusi isu politik kekinian," kata Taufik.
![]() |
Munggu pagi tadi, Taufik menghadiri Musda IV PAN Kabupaten Kebumen. Acara ini dihadiri oleh Bupati Kebumen, Ketua DPRD Kebumen, pengurus PAN Kebumen, juga para tamu undangan dari pengurus cabang parpol sahabat.
"Saya sampaikan seluruh parpol adalah mitra. Sebagai pengurus, saya sampaikan, zaman sedang berbenah dan berubah. Transformasi kultural, masyarakat ingin cepat dilayani, direspons. Tidak ada yang bisa disalahkan atau menyalahkan, termasuk deparpolisasi itu tidak ada yang benar atau salah, itu merupakan tantangan parpol, kita harus ubah paradigma,"Â kata Taufik.
"Dunia sedang mengalami transformasi kultural, yang dimaksud transformasi kultural itu dari semua segi kehidupan. Ada transformasi ideologi, politik, sosial, budaya, ekonomi, di semua bidang. Di bidang informatika misalnya setiap kejadian terinformasikan langsung melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan lainnya. Sekarang ini seolah dunia tanpa border, tanpa batas, sekarang ini ratusan negara sudah bebas visa. Jadi kita harus memahami bagaimana menyikapi perubahan paradigma ini dengan bijak," pungkasnya. (tor/van)












































