"Buruh masih tertindas, kita harus bangkit dan melawan! Hidup buruh!" tegas orator kepada ribuan buruh di Bundaran HI, Minggu (1/5/2016).
Foto: Bisma Alief |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan tertib, kami tidak akan anarkis," ujar Sukanti melalui mobil orator.
![]() |
Namun Sukanti sedikit kecewa dengan perayaan May Day tahun ini karena tidak bisa hadir ke CFD. Padahal dia menganggap, semua orang boleh berpendapat.
"Rencananya kita tadi pagi mau masuk ke HI terus ke Istana tapi enggak dikasih karena ada CFD dan itu diatur Pergub. Padahal menurut UUD semua orang bisa mengungkap pendapat di depan umum," ucap Sukanti.
Foto: Bisma Alief |
Sukanti keberatan massa buruh dilarang aksi di Bundaran HI karena ada car free day dan pergub.
"Jadi pergub yang melarang jauh di bawah UUD, kami tetap mencoba masuk HI," katanya.
Sedangkan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Risyafudin di lokasi menyatakan polisi meminta buruh lewat Jalan Sabang, tidak melewati HI untuk menuju ke Monas yang terletak di depan Istana Presiden.
"Kita upayakan harus diakomodir, supaya berjalan aman sampai Monas. Seyogyanya mereka harus di patung kuda di Monas. Karena HI tidak bisa dijadikan tempat melakukan aksi," bebernya.
(rvk/rvk)












































Foto: Bisma Alief
Foto: Bisma Alief