Mega Apresiasi NU yang Dukung Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila

Mega Apresiasi NU yang Dukung Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila

Rois Jajeli - detikNews
Minggu, 01 Mei 2016 03:42 WIB
Mega Apresiasi NU yang Dukung Penetapan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Pasuruan - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengapresiasi dukungan Nahdlatul Ulama (NU) yang ikut mendorong agar tanggal 1 Juni dijadikan hari besar nasional kelahiran Pancasila. Mega berharap pemerintah segera memutuskan penetapan hari besar nasional tersebut.

"Dengan segala hormat baik sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan maupun wakil keluarga besar saya, saya merasa terhormat dan terima kasih atas upaya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila yang akan diputuskan oleh pemerintah," kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan di acara Apel besar Harlah ke-93 NU di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2016) malam.

"Lah Hari Santri 22 Oktober saja saya dukung, masak 1 Juni hari lahir Pancasila tidak didukung," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mega menerangkan panjang lebar perjuangan bangsa Indonesia yang merdeka. Ketika sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), pimpinan sidang Dr Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T) Radjiman Wedyodiningrat diceritakan Mega menanyakan kepada Bung Karno tentang dasar negara jika bangsa Indonesia merdeka.

"Dengan sekian yang menyampaikan, Bung Karno berdiri dan tanpa teks. Artinya sebuah pikiran dan seorang manusia itu sudah berpikir berpuluh-puluh tahun untuk menjawab pertanyaan ini," tuturnya.

"Pada saat itu, dengan suara bulat apa yang diterangkan Bung Karno diterima seluruh peserta dan secara aklamasi," terangnya.

Perjuangan yang luar biasa dan saling bahu-membahu bisa menghentikan penjajahan di Indonesia. "Dari seluruh konstitusi negara yang ada di dunia ini, mana ada yang mengatakan nomor satu Ketuhanan Yang Maha Esa," katanya.

Mega berharap, bangsa Indonesia tetap bersatu dengan perekat Pancasila. "Mari kita bersatu dengan perekat Pancasila," ujarnya.

(roi/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads