"Dengan segala hormat baik sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan maupun wakil keluarga besar saya, saya merasa terhormat dan terima kasih atas upaya 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila yang akan diputuskan oleh pemerintah," kata Megawati Soekarnoputri saat memberikan sambutan di acara Apel besar Harlah ke-93 NU di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (30/4/2016) malam.
"Lah Hari Santri 22 Oktober saja saya dukung, masak 1 Juni hari lahir Pancasila tidak didukung," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan sekian yang menyampaikan, Bung Karno berdiri dan tanpa teks. Artinya sebuah pikiran dan seorang manusia itu sudah berpikir berpuluh-puluh tahun untuk menjawab pertanyaan ini," tuturnya.
"Pada saat itu, dengan suara bulat apa yang diterangkan Bung Karno diterima seluruh peserta dan secara aklamasi," terangnya.
Perjuangan yang luar biasa dan saling bahu-membahu bisa menghentikan penjajahan di Indonesia. "Dari seluruh konstitusi negara yang ada di dunia ini, mana ada yang mengatakan nomor satu Ketuhanan Yang Maha Esa," katanya.
Mega berharap, bangsa Indonesia tetap bersatu dengan perekat Pancasila. "Mari kita bersatu dengan perekat Pancasila," ujarnya.
(roi/fdn)











































